Dermatolog Ungkap Fakta Baru di Balik Viral ‘Glass Skin’ Korea, Ini Wanti-wantinya

calendar_today 09.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Pakar mewanti-wanti tren viral 'glass skin' ala Korsel yakni penggunaan berbagai produk skincare demi mendapatkan kulit glowing. Ternyata, hal ini bisa berdampak buruk jika dilakukan secara berlebihan. Alih-alih membuat kulit sehat, rutinitas perawatan yang terlalu kompleks justru berisiko mengganggu siklus alami kulit hingga merusak skin barrier.

Dokter kulit bersertifikat sekaligus ahli bedah Mohs yang berbasis di New York, Yoo, mengatakan penggunaan terlalu banyak produk dapat mengganggu proses pengelupasan alami kulit.

"Ketika pasien berusaha mencapai tujuan tersebut, mereka mungkin tanpa sadar mengganggu siklus kulit karena sinyal fisiologis untuk pengelupasan alami kulit justru dihilangkan," kata Yoo, yang juga merupakan asisten profesor klinis di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, dikutip dari CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yoo tidak terlibat dalam penelitian yang dibahas dalam laporan tersebut.

Ia mengatakan, sejumlah masalah kulit yang kerap ditemukan pada pasien akibat penggunaan terlalu banyak produk perawatan kulit di antaranya dermatitis kontak, rosacea, hingga jerawat yang kambuh.

Kenali Tanda Skin Barrier Rusak

Dokter spesialis kulit Mona Gohara mengingatkan sejumlah tanda yang bisa menunjukkan kerusakan lapisan pelindung kulit atau skin barrier.

Gejalanya meliputi kulit terasa kencang, gatal, nyeri saat disentuh, meradang, mengelupas, bersisik, hingga mengalami perubahan warna menjadi kemerahan atau lebih gelap.

Jika mengalami kondisi tersebut, penggunaan produk eksfoliasi sebaiknya dihentikan sementara agar kulit memiliki kesempatan untuk pulih.

Gohara menyarankan untuk menghentikan penggunaan scrub, produk eksfoliasi berbahan asam, serta retinoid untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, kulit bisa dibersihkan menggunakan pembersih lembut dengan pH netral yang tidak mengandung sabun, serta air suam-suam kuku.

Penggunaan krim yang membantu memperbaiki skin barrier juga dapat mendukung pemulihan kulit. Meski demikian, tabir surya tetap perlu digunakan pada siang hari.

Skincare Tak Harus Berlapis-lapis

Yoo menekankan pentingnya memahami jenis kulit sebelum mengikuti tren perawatan kulit tertentu. Produk yang cocok untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

"Penting untuk membuat pasien memahami kulit mereka, tetapi pendekatan ini tidak bisa diterapkan secara sama kepada semua orang. Anda harus mengetahui jenis kulit dan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk melihat apakah produk-produk tersebut cocok," kata Yoo.

Kabar baiknya, mendapatkan kulit glowing tidak harus dilakukan dengan rutinitas skincare yang rumit.

Gohara menyarankan penggunaan pelembap secara rutin, terutama karena kulit dapat menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia dan perubahan hormon.

Untuk membantu mendapatkan tampilan kulit yang lebih lembap dan bercahaya, ia merekomendasikan penggunaan produk secara berurutan dari tekstur paling ringan ke paling berat.

Rutinitas tersebut dapat dimulai dengan serum asam hialuronat yang membantu menghidrasi kulit, dilanjutkan dengan pelembap, kemudian krim untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit.

Sementara itu, Yoo yang merupakan dokter kulit keturunan Korea-Amerika mengatakan pasiennya tidak membutuhkan rutinitas perawatan yang kompleks.

Ia umumnya merekomendasikan empat langkah dasar, yaitu menggunakan pembersih wajah, satu produk dengan bahan aktif seperti retinol, asam salisilat atau vitamin C, pelembap, serta tabir surya.

Kunci utamanya adalah memahami kondisi kulit dan mengetahui batas toleransinya terhadap produk tertentu.

"Kuncinya adalah mengenali kulit Anda dan mengetahui apa yang bisa ditoleransi kulit. Tambahkan satu produk setiap kali, mulailah secara perlahan, dan gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari," kata Gohara.

Selain paparan sinar matahari, ia menyebut stres, polusi udara, kebiasaan merokok, kurang tidur, hingga konsumsi gula juga dapat memengaruhi kesehatan dan tampilan kulit.

:

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video Mengenal hADM: Fakta Medis di Balik Skin Booster 'Kulit Mayat'"
[Gambas:Video 20detik] (naf/naf)