Kota Jambi (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang melalui satuan pelayanan pelatihan vokasi dan produktivitas (Satpel PVP) menggelar pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan serta daya saing perajin lokal.
"Pelatihan mencakup pembuatan baju kurung basiba dan membatik. Ini menjadi kesempatan penting bagi para perajin untuk mengasah keterampilan dan kreativitas mereka," kata Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hesnidar Haris di Jambi, Kamis.
Menurut dia, pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan menjahit busana tradisional baju kurung basiba dan membatik tulis yang dipusatkan di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak, Seberang Kota Jambi.
Kegiatan tersebut sekaligus sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendorong nilai tambah produk kerajinan daerah.
Hesnidar menambahkan, pelatihan tersebut menyasar peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula yang belajar dari dasar hingga perajin berpengalaman yang ingin meningkatkan keahlian (up-skilling).
Khusus untuk pelatihan lanjutan menjahit, kegiatan dirancang berlangsung selama delapan hari agar peserta dapat menguasai teknik secara mendalam.
Dalam kolaborasi ini, Dekranasda Provinsi Jambi memfasilitasi tempat pelatihan membatik di Sanggar Batik Selaras Pinang Masak serta merekrut para peserta. Sementara itu, fasilitas pelatihan menjahit disiapkan di markas Satpel PVP Jambi.
Untuk memperkuat payung hukum dan keberlanjutan program, Hesti berharap sinergi ini dapat menjadi formula melalui perjanjian kerja sama resmi.
"Kami berharap kolaborasi ini berlanjut. Dalam waktu dekat, mudah-mudahan dapat dilakukan penandatanganan nota kesepahaman sebagai landasan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan pelatihan bagi pelaku UMKM di Jambi," tutupnya.
Kepala Satpel PVP Jambi Anton Hilman menyampaikan bahwa kemitraan dengan Dekranasda merupakan langkah tepat untuk mendekatkan akses pelatihan vokasi dengan kebutuhan riil industri kerajinan daerah.
Selain pelatihan teknis membatik dan menjahit, sebelumnya kerja sama ini juga telah memfasilitasi pelatihan pemasaran digital bagi para perajin.
ia menambahkan, pada program pelatihan atau tailor made training ini, sebanyak 32 peserta terlibat aktif yang terbagi atas 16 peserta kelas membatik tulis dan 16 peserta kelas menjahit.
Sinergi antara lembaga pelatihan vokasi dan Dekranasda ini diharapkan tidak hanya mampu mendongkrak kualitas produk lokal Jambi, tetapi juga memicu pertumbuhan UMKM serta memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap kompetensi peserta meningkat sehingga berdampak langsung pada perekonomian mereka. Keterampilan yang diperoleh harus bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha maupun meningkatkan pendapatan," kata Anton.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.