Selasa, 28 Juli 2026, 05:34 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Program sayembara bagi warga yang berhasil membantu menangkap pelaku kejahatan di Jawa Barat menuai berbagai persepsi di masyarakat. Gubernur Dedi Mulyadi pun meluruskan tujuan sebenarnya dari program tersebut usai mendatangi Satreskrim Polres Purwakarta, Senin (27/7/2026).
Dedi menegaskan sayembara bukan untuk mendorong aksi main hakim sendiri. Sebaliknya, program itu justru dirancang untuk menekan kekerasan massa terhadap pelaku yang kerap terjadi selama ini.
"Kalau pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan ke polisi, ada penghargaan. Jadi tidak perlu dipukuli atau dihakimi. Tujuan sayembara justru untuk mencegah terjadinya main hakim sendiri," ujar Dedi kepada wartawan di Mapolres Purwakarta.
Dedi mengungkapkan selama ini kasus pelaku yang tewas dihajar massa sudah sering terjadi bahkan tanpa adanya sayembara. Ia pernah menangani sejumlah kasus serupa mulai dari pencurian kendaraan bermotor di Subang, pencurian kambing di Banten, hingga pencurian hasil pertanian di Cianjur.
Dengan adanya sayembara, masyarakat diharapkan cukup menangkap pelaku lalu menyerahkannya ke polisi. Proses hukum kemudian berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada kekerasan tambahan dari massa.
"Selama ini tanpa sayembara pun aksi main hakim sendiri sudah sering terjadi. Dengan adanya sayembara, masyarakat cukup menangkap pelaku, serahkan kepada polisi, dan biarkan proses hukum berjalan. Itu justru cara terbaik untuk mencegah kekerasan," ujar Dedi.
Dedi juga mencatat perubahan psikologis positif di tengah masyarakat sejak sayembara diumumkan. Warga mulai lebih berani beraktivitas tanpa terus dihantui rasa takut.
"Semenjak sayembara diumumkan, warga jadi lebih berani keluar rumah. Bahkan ada yang bercanda, nongkrong malam-malam siapa tahu bisa menangkap begal. Ini menunjukkan keberanian masyarakat mulai tumbuh," ujarnya.
Baca Juga: Diikat di Kuburan, Begini Modus Begal Sasar Laki-Laki Penyuka Sesama Jenis
Dedi menegaskan jutaan warga Jawa Barat tidak seharusnya terus hidup dalam ketakutan hanya karena ulah segelintir pelaku kriminal. Justru para pelaku kejahatan yang harus merasa takut menghadapi masyarakat yang bersatu.
"Kita ini puluhan juta penduduk. Masa psikologi masyarakat harus terganggu hanya oleh ratusan pelaku kejahatan. Jangan sampai jutaan orang takut kepada segelintir pelaku. Justru mereka yang harus takut kepada masyarakat yang bersatu melawan kejahatan," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy