Danantara: Merger kawasan industri pacu investasi ke Indonesia - ANTARA News Jawa Timur

calendar_today 08.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menilai penggabungan (merger) kawasan-kawasan industri dapat mendorong masuknya investasi ke Indonesia.

“Kita ingin mendorong terjadi percepatan investasi untuk masuk ke Indonesia. Kita juga melakukan review kembali bisnis model daripada kawasan industri kita,” kata Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Jakarta, Kamis.

Dony mengatakan, Danantara tengah bersiap untuk meluncurkan perusahaan induk (holding) bernama PT Kawasan Industri Indonesia, yang nantinya akan mengelola 23 kawasan industri.

“Kawasan industri kita ke depannya dengan kita melakukan merger, diharapkan nanti tanggal 5 November, akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate. Kita menjadi satu perusahaan industrial estate,” ujar dia.

Lebih lanjut, Dony mengatakan Danantara tak hanya melakukan konsolidasi 23 perusahaan kawasan industri, tapi juga sembari melakukan peninjauan model bisnis dari masing-masing perusahaan.

“Tidak hanya terjadi konsolidasi tetapi kita juga me-review bisnis modelnya, di mana ke depannya, tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi pendapatannya (juga) akan datang dari fasilitas yang kita sediakan. Karena itu pemerintah sudah menyiapkan satu integrated kawasan industri,” jelasnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Kawasan Industri Indonesia menerapkan beberapa pendekatan seperti pengembangan infrastruktur, pemasaran kawasan, dan layanan investor.

“Sehingga dengan demikian, kita menjadi cukup kompetitif, dan bahkan sangat kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di sekitar Indonesia,” ujar pria yang juga Kepala BP BUMN itu.

Dony berharap dengan langkah ini, Indonesia dapat menjadi pengolah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan total luas 35 ribu hektare, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja formal bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya kurang lebih demikian. Kita justru mendorong mereka untuk masuk sebanyak mungkin supaya lebih kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak bagi rakyat Indonesia,” kata Dony.

Adapun PT Kawasan Industri Indonesia, lanjut dia, juga menjadi transformasi dari perusahaan kawasan industri agar lebih terintegrasi.

“Itu menjadi transformasi dari perusahaan industrial estate yang kita punya. Karena nanti setelah dalam penataan BUMN ini beberapa (perusahaan) kan dikembalikan,” kata Dony.

“Danareksa kembali menjadi asset management, dulu Danareksa ini holding-nya kawasan industri. Nanti Danareksa menjadi asset management, kawasan industri (ada) sendiri. Betul-betul pure business-nya di kawasan industri,” imbuhnya.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.