Cyber University dan APJIKOM Jalin Kerja Sama Riset Ilmiah |Republika Online

calendar_today 22.10.2026 - person  - timer ~

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Cyber University menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengelola Jurnal Ilmu Komputer Indonesia (APJIKOM) melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Jumat (9/10), bertepatan dengan Musyawarah Nasional (Munas) APTIKOM ke-7. Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University, Dr. Agus Trihandoyo, DEA, mewakili Cyber University, sedangkan Ketua Umum APJIKOM, Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., mewakili APJIKOM. Kerja sama ini bertujuan memperkuat tata kelola jurnal ilmiah dan meningkatkan kualitas publikasi di bidang informatika dan komputer.

APJIKOM berfokus pada peningkatan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah di bidang ilmu komputer dan informatika. Organisasi ini mendorong peningkatan kompetensi pengelola jurnal, penerapan etika publikasi, serta penguatan proses akreditasi dan indeksasi jurnal ilmiah. Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu publikasi dan memperluas jangkauan hasil penelitian akademik.

Wakil Rektor Cyber University, Dr. Agus Trihandoyo, DEA, menilai riset dan publikasi ilmiah memiliki peran penting dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa penelitian dosen perlu menjawab kebutuhan industri sekaligus memenuhi standar metodologi ilmiah agar memperoleh pengakuan yang lebih luas.

“Bagi Cyber University, riset dan publikasi ilmiah bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sarana untuk menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada teknologi digital dan keuangan, kami ingin mendorong agar penelitian dosen semakin relevan dengan kebutuhan industri, memiliki kualitas metodologi yang kuat, dan mampu memperoleh pengakuan lebih luas melalui publikasi yang bereputasi,” ujar Dr. Agus dalam keterangan rilis, Kamis (15/10).

Cyber University memiliki peluang untuk mengembangkan penelitian di berbagai bidang, mulai dari teknologi finansial (financial technology atau fintech), kecerdasan buatan, sistem informasi, keamanan siber, hingga transformasi bisnis digital dan inklusi keuangan. Berbagai bidang tersebut berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sehingga penelitian yang berkualitas dapat membantu menghasilkan solusi atas tantangan transformasi digital.

Kerja sama ini membuka peluang bagi Cyber University dan APJIKOM untuk memperkuat kapasitas dosen serta pengelola jurnal melalui kegiatan pengembangan kompetensi dan pertukaran pengetahuan. Kolaborasi tersebut dapat mencakup pelatihan penulisan artikel ilmiah, peningkatan kemampuan editor dan reviewer, serta penguatan pemahaman mengenai etika dan tata kelola publikasi. Upaya ini diharapkan dapat membantu perguruan tinggi meningkatkan mutu pengelolaan jurnal sekaligus menjaga integritas publikasi ilmiah.

Cyber University berharap kerja sama dengan APJIKOM dapat berlanjut melalui program yang mendukung peningkatan kapasitas akademisi dan pengelola jurnal. Selain itu, Dr. Agus menekankan pentingnya kolaborasi yang tidak hanya memperkuat pengelolaan publikasi, tetapi juga menjaga kualitas dan integritas akademik.

“Kami memandang APJIKOM sebagai mitra strategis untuk memperkuat kapasitas pengelolaan jurnal dan meningkatkan kualitas ekosistem publikasi ilmiah. Harapan kami, kerja sama ini dapat berkembang menjadi program konkret yang mendukung dosen, peneliti, dan pengelola jurnal, sekaligus memperkuat budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas dan mutu,” tambahnya.

Penandatanganan MoU di sela-sela Munas APTIKOM ke-7 menjadi momentum bagi Cyber University sebagai Shaping Future Digital Leader untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi di bidang informatika dan komputer. Melalui kerja sama ini, kedua pihak diharapkan dapat mendorong pengelolaan jurnal yang lebih berkualitas serta memperluas kontribusi penelitian akademik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.