Cuaca buruk, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk buka tutup - ANTARA News Bali

calendar_today 30.07.2026 - person  - timer ~

Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur memberlakukan mekanisme buka tutup operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk karena kondisi cuaca gelombang tinggi dan angin di Selat Bali masih fluktuasi.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah di Banyuwangi, Kamis, mengatakan penyesuaian operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko guna memastikan setiap pelayaran berlangsung sesuai standar.

"Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim, dan perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi sewaktu-waktu menyebabkan layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan rekomendasi otoritas," katanya.

Pada Rabu (29/7), kata Arief, operasional di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sempat ditunda sementara sebelum kembali dibuka ketika kondisi cuaca dinilai memenuhi persyaratan keselamatan.

Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan, dan penyesuaian operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kecepatan angin maupun tinggi gelombang belum memenuhi standar keselamatan pelayaran.

"Begitu kondisi membaik, dan dinyatakan aman oleh otoritas, layanan penyeberangan akan kembali dioperasikan secara bertahap," kata Arief.

Arief menyampaikan hingga saat ini kondisi antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang masih relatif terkendali, dan di zona penyangga di kawasan Bulusan mulai terisi, sehingga kepadatan terlihat di akses menuju pelabuhan.

"Namun belum terjadi antrean panjang di dalam kawasan pelabuhan, sedangkan di sisi Pelabuhan Gilimanuk, antrean kendaraan masih berada di area manuver pelabuhan," ujarnya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.