Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

calendar_today 26.10.2026 - person  - timer ~

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:26 WIB

VIVA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pelayaran komersial di Selat Hormuz mencatat tingkat keselamatan hingga melampaui 95 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga

"Dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari 95 persen kapal yang melintasi Selat Hormuz berhasil berlayar dengan aman meskipun menghadapi agresi yang tidak beralasan dari IRGC," kata CENTCOM dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (26/10/2026), merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CENTCOM mengungkapkan bahwa pasukan Amerika telah mencapai "tonggak sejarah dalam membantu mitra-mitra di kawasan Teluk untuk mengekspor lebih dari 1,5 miliar barel minyak mentah sejak musim panas” atau sekitar Juni lalu.

Baca Juga

"Kami terus bahu-membahu bersama mitra-mitra Teluk kami dan industri pelayaran," ujar Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, ketika melakukan kunjungan ke jalur pelayaran strategis tersebut.

CENTCOM melaporkan bahwa pasukan AS, selama enam bulan terakhir, telah membantu lebih dari 3.000 kapal niaga untuk melewati Selat Hormuz.

Baca Juga

Momentum pengamanan ini meningkat setelah AS membersihkan ranjau laut yang ditebar oleh IRGC di jalur pelayaran internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendali atas Selat Hormuz tetap menjadi titik gesekan utama dalam perang Iran, yang pecah pada akhir Februari lalu menyusul serangan gabungan AS-Israel.

Konflik tersebut hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan meskipun gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk merumuskan perjanjian damai final telah disepakati. (Ant)

Rekaman CCTV Penampakan Ruang Tunggu Bandara King Khalid Riyadh usai Diserang

Bandara Riyadh Dibuka Lagi, AS Wanti-wanti Serangan Lanjutan Kelompok Houthi

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi merilis peringatan akan meningkatnya ancaman keamanan dari kelompok Houthi di Yaman, menyusul dibukanya bandara Riyadh.

VIVA.co.id

26 Oktober 2026