Perbesar:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358495/original/095484100_1790352802-033A0157.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membuka perjalanan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan penalti Ole Romeny pada menit ke-73 memastikan tiga poin. Tim tamu kian tertekan setelah Safuwan Baharudin menerima kartu merah.
Di balik skor tersebut, data pertandingan menampakkan beberapa catatan penting: akurasi tembakan yang rendah, eksekusi bola mati yang belum efektif, serta jumlah pelanggaran yang tinggi. Angka-angka berikut dirangkum dari laporan Bola.com.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358492/original/079282100_1790352801-033A9389.JPG.jpeg)
Perbesar
Sejak sepak mula, Indonesia mampu menjaga ritme dan arah permainan, meski beberapa kali kesulitan membongkar pertahanan kompak lawan.
Penguasaan bola berpihak kepada skuad asuhan John Herdman dengan 57 persen, sedangkan Singapura mencatat 43 persen.
Sepanjang laga, Singapura lebih banyak menunggu dan merespons serangan, sementara Indonesia mengendalikan aliran bola.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9358497/original/044779400_1790352954-033A0030.jpg.jpeg)
Perbesar
Indonesia menciptakan peluang lebih banyak dengan total 11 tembakan. Di sisi lain, Singapura hanya melepaskan tiga percobaan ke arah gawang.
Efektivitas menjadi pekerjaan rumah: hanya dua tembakan Indonesia yang tepat sasaran atau kurang dari 20 persen akurasi. Adapun Singapura mencatat keakuratan 33,33 persen.
Situasi bola mati tidak memberi keuntungan berarti bagi Indonesia. Peluang dari skema set-piece yang berlimpah belum mampu dikonversi menjadi gol.
Dari sisi sepak pojok, Indonesia memperoleh 11 kesempatan, sementara Singapura tidak mendapatkan satu pun.
Pada tembakan bebas, Singapura mencatat 19 free kicks dan Indonesia 10. Tak ada satu pun situasi bola mati tersebut yang berujung gol.
Jumlah pelanggaran tergolong tinggi. Indonesia melakukan 16 pelanggaran, sedangkan Singapura 10.
Dari sisi disiplin, Indonesia menerima satu kartu kuning.
Singapura mendapat dua kartu kuning yang seluruhnya diterima Safuwan Baharudin hingga berujung kartu merah dari wasit.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Meriah, Ahmad Luthfi: Mari Dukung Timnas Indonesia