Jakarta -
Sayuran segar tentu lebih nikmat saat teksturnya masih renyah dan kondisinya prima. Namun, menyimpan bahan pangan ini di rumah terkadang menjadi tantangan tersendiri karena mudah layu atau rusak.
Sayuran yang tidak disimpan dengan tepat bisa kehilangan kesegarannya hanya dalam beberapa hari. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kualitas bahan makanan, tetapi juga berisiko membuatnya terbuang percuma.
Padahal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga sayuran tetap segar lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan kecil dalam cara menyimpan buah dan sayuran ternyata bisa membuat bahan makanan bertahan lebih lama.
Mulai dari daun-daunan yang cepat layu hingga buah beri yang mudah berjamur, banyak makanan yang akhirnya terbuang bukan hanya karena terlalu lama disimpan, tetapi juga karena cara penyimpanannya kurang tepat. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kelembapan dan suhu.
Secara ilmiah, buah dan sayuran tidak sekadar ‘menjadi busuk’. Bahan pangan tersebut mengalami proses kerusakan dalam kondisi tertentu. Sama seperti manusia, tanaman juga memiliki mikroorganisme alami yang hidup di dalamnya.
Berikut beberapa perubahan sederhana yang dapat membantu makanan bertahan beberapa hari lebih lama:
Dilansir healthline, sebagian besar buah dan sayuran menempuh perjalanan cukup jauh sebelum sampai ke tangan konsumen.
Selama proses tersebut, bahan makanan bisa terpapar bakteri berbahaya atau kontaminan lainnya. Hal ini juga dapat terjadi pada produk organik dan bebas pestisida. Bahkan, makanan yang terlihat dan terasa segar belum tentu terbebas dari kontaminasi.
Untuk menghilangkan kotoran dan kontaminan, selalu cuci buah dan sayuran sebelum dimakan. Bunda tidak perlu menggunakan sabun atau cairan khusus pencuci buah dan sayuran. Cukup gunakan air mengalir.
Untuk buah dan sayuran yang teksturnya keras, sikat bersih dengan bulu yang cukup kuat bisa membantu menghilangkan kotoran. Gunakan sikat tersebut khusus untuk mencuci bahan makanan.
Jika buah atau sayuran memiliki lapisan seperti lilin, gosok permukaannya menggunakan tisu dapur atau kain setelah dicuci.
Meski penting mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan, sebaiknya bahan makanan disimpan dalam kondisi belum dicuci.
Kelembapan berlebih dapat membuat buah dan sayuran lebih cepat busuk. Jadi, cuci bahan makanan sesaat sebelum dikonsumsi. Jika harus mencucinya terlebih dahulu, pastikan sudah dikeringkan dengan baik sebelum disimpan. Sayuran yang sudah dicuci dan dikemas biasanya tidak perlu dicuci kembali.
Setiap jenis buah dan sayuran memiliki cara penyimpanan yang berbeda. Secara umum, sayuran membutuhkan salah satu dari empat kondisi penyimpanan, yaitu dingin dan lembap, sejuk dan lembap, dingin dan kering, atau hangat dan kering.
Suhu kulkas umumnya sebaiknya berada di sekitar 1 derajat Celsius. Sayuran dapat disimpan di laci khusus sayuran atau crisper yang biasanya berada di bagian bawah kulkas.
Laci tersebut umumnya memiliki pengaturan kelembapan tersendiri. Jika memungkinkan, simpan setiap jenis sayuran pada suhu dan tingkat kelembapan yang sesuai.
Buah dan sayuran yang cocok disimpan dalam kondisi dingin dan lembap antara lain:
Bahan makanan yang lebih cocok disimpan dalam kondisi dingin dan kering, antara lain:
Sementara itu, beberapa bahan makanan lebih cocok disimpan dalam kondisi hangat dan kering, seperti:
Untuk menjaga keamanan makanan, buah dan sayuran yang sudah dicuci dan dipotong sebaiknya disimpan di dalam kulkas atau freezer. Masukkan ke dalam kantong plastik atau wadah tertutup agar tetap segar dan tidak terlalu banyak terkena udara.
Selalu pisahkan buah dan sayuran dari daging mentah serta produk susu untuk mencegah kemungkinan kontaminasi bakteri.
Hampir semua jenis buah dan sayuran dapat disimpan di dalam freezer. Pembekuan memang bisa mengubah tekstur sebagian buah dan sayuran, tetapi umumnya tetap membantu mempertahankan rasa, nutrisi, dan manfaat kesehatannya.
Cara ini juga cocok untuk menyimpan buah dan sayuran musiman agar bisa dikonsumsi di waktu lain. Terutama jika bahan tersebut nantinya akan dimasak atau digunakan untuk membuat smoothie.
Sebaiknya gunakan wadah kedap udara saat membekukan buah dan sayuran. Hindari membekukan buah atau sayuran yang masih mentah atau belum matang karena proses pematangannya bisa terganggu setelah dikeluarkan dari freezer.
Sayuran berdaun yang biasa dimakan mentah, seperti selada, sebaiknya tidak dibekukan karena teksturnya dapat berubah.
Beberapa jenis buah dan sayuran justru lebih baik disimpan di luar kulkas maupun freezer. Bahan makanan tersebut dapat diletakkan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Contohnya:
Tomat, khususnya, dapat kehilangan rasa dan sebagian nutrisinya jika disimpan di dalam kulkas. Teksturnya juga bisa berubah menjadi kurang enak.
Buah yang masih utuh umumnya tidak harus disimpan di kulkas. Namun, suhu dingin dapat memperlambat proses pematangannya sehingga buah bisa tetap segar lebih lama.
Setelah buah dicuci dan dipotong, selalu simpan di dalam kulkas atau freezer untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Kesalahpahaman mengenai makanan yang masih aman dikonsumsi juga menjadi salah satu penyebab makanan terbuang.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan makanan sebaiknya dibuang. Misalnya, muncul jamur yang terlihat jelas, teksturnya berlendir, mengeluarkan cairan, atau memiliki bau tidak sedap yang kuat.
Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahan makanan sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi aman dikonsumsi.
Nah, itulah beberapa cara menyimpan sayuran agar tetap segar dan tidak mudah busuk. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)