Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Khawatir dari Sikapnya saat Dewasa

calendar_today 11.10.2026 - person  - timer ~

Nadya Quamila | Beautynesia

Minggu, 11 Oct 2026 21:30 WIB

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Khawatir dari Sikapnya saat Dewasa

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Khawatir dari Sikapnya saat Dewasa/Foto: Magnific.com/magnific

Kebiasaan yang kita lakukan biasanya merupakan hasil dari perpaduan antara faktor bawaan (alamiah) dan pengaruh lingkungan atau pengasuhan. Kita bisa menyerap dan meniru berbagai sifat dan perilaku dari orang tua, baik yang positif maupun negatif.

Cara pengasuhan orang tua sangat memengaruhi kemampuan seorang anak dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Orang tua yang santai dan tenang cenderung membesarkan anak dengan keseimbangan mental dan emosional yang baik saat menghadapi masalah.

Sebaliknya, orang tua yang terlalu khawatir dan protektif sering kali membesarkan anak yang cenderung mudah khawatir pula ketika dihadapkan pada masalah. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional mereka ketika dewasa.

Berikut ini sikap anak ketika dewasa jika mereka dibesarkan oleh orang tua yang terlalu khawatir, dilansir dari Your Tango.

Mudah Cemas dan Stres

Orang tua yang terlalu khawatir dan protektif sering kali membesarkan anak yang cenderung mudah cemas dan stres ketika dilanda masalah. Selain itu, mereka juga merasa rendah diri dan kesulitan untuk merasa mandiri.

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Khawatir dari Sikapnya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu khawatir cenderung mudah merasa cemas dan stres ketika dewasa. Ketika kecil, anak bergantung pada orang tua untuk memahami cara menjalani hidup dan menghadapi dunia. Anak juga akan mengandalkan orang tua saat harus menghadapi stres dan konflik untuk memberikan bagaimana cara bersikap agar tetap tenang.

Namun, sebagian orang tua tidak mampu memberikan contoh bagaimana tetap bersikap tenang dan menjaga stabilitas emosional saat menghadapi masalah kepada anak. Akibatnya, anak akan mencontoh perilaku terlalu khawatir itu dan akan membawanya tumbuh menjadi orang dewasa.

Menurut penelitian, anak-anak berusia dua hingga enam tahun menunjukkan peningkatan gejala masalah kesehatan mental ketika terpapar tingkat stres yang tinggi di rumah. Akan tetapi, dampak gejala tersebut dapat dipengaruhi oleh cara orang tua dalam menangani kecemasan itu, karena perilaku orang tua memiliki dampak langsung terhadap kesehatan mental anak-anak mereka.

Bergulat dengan Harga Diri Rendah

Orang tua yang terlalu khawatir dan protektif sering kali membesarkan anak yang cenderung mudah cemas dan stres ketika dilanda masalah. Selain itu, mereka juga merasa rendah diri dan kesulitan untuk merasa mandiri.

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Khawatir dari Sikapnya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Menurut psikolog Dr. Gina Madrigrano, anak-anak yang memiliki orang tua yang terus-menerus mengkhawatirkan keselamatan serta kemampuan mereka untuk menunjukkan kekuatan, ketangguhan, dan kepercayaan diri cenderung memiliki harga diri yang rendah. Sama halnya dengan mereka yang merasa tidak aman secara emosional, anak-anak ini takut merasa malu atau melakukan kesalahan ketika mereka beranjak dewasa.

Kurangnya kepercayaan diri pada anak dapat bermanifestasi menjadi sikap mengisolasi diri saat mereka dewasa. Mereka juga cenderung sering mencari pengakuan atau validasi orang lain serta memiliki sifat perfeksionisme yang berlebihan.

Sulit untuk Mandiri

Orang tua yang terlalu khawatir dan protektif sering kali membesarkan anak yang cenderung mudah cemas dan stres ketika dilanda masalah. Selain itu, mereka juga merasa rendah diri dan kesulitan untuk merasa mandiri.

Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua yang Terlalu Khawatir dari Sikapnya saat Dewasa/Foto: Pexels.com

Orang tua yang terlalu khawatir tanpa sadar membentuk anak-anak yang kurang mandiri. Tak hanya itu, anak juga jadi memiliki ketergantungan yang berlebih pada orang lain.

Sikap ini tumbuh karena semasa kecil mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk membuat kesalahan atau mengambil keputusan untuk diri sendiri. Anak dengan orang tua yang terlalu khawatir tidak pernah mengembangkan kepercayaan diri untuk menjalani hidup secara mandiri.

Ketika dewasa, ketergantungan ekstrem terhadap orang tua pada akhirnya beralih menjadi ketergantungan pada pasangan yang mereka butuhkan untuk menentukan langkah terbaik bagi diri mereka sendiri. Mereka tampak kehilangan arah ketika seorang diri, dan mereka meyakini bahwa mereka membutuhkan orang lain untuk menyelamatkan diri mereka karena mereka merasa tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

  • 4 Kebiasaan Orang Tua yang Membuat Anak Mau Bercerita dan Terbuka saat Dewasa
  • 4 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog
  • 4 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Sering Bertengkar Dilihat dari Kebiasaan saat Dewasa

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.