Cara Mengatasi Trauma Keguguran saat Bunda Tengah Hamil Lagi

calendar_today 17.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Keguguran bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi perempuan tetapi juga rasa trauma. Simak cara mengatasi trauma keguguran saat Bunda tengah hamil lagi.

Kehamilan yang ditunggu-tunggu memang menjadi kebahagiaan tak terungkapkan bagi pasangan suami istri di manapun. Sehingga, wajar saja jika terkadang bersikap protektif terhadap kehamilan yang dijalani. Meski terkadang di luar dugaan, kehamilan tersebut berakhir dengan keguguran.

Kekhawatiran akan keguguran memang menjadi ketakutan para Bunda yang tengah hamil. Tidak peduli seberapa kuat dan sehatnya seorang perempuan, ketika realitas keguguran di depan mata tentunya bisa sangat mengguncang kejiwaan seseorang. Terutama pada mereka yang mungkin pernah mengalami kehilangan atau kesulitan untuk hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Mengutip dari laman Motherly, ketakutan yang terus menerus dan pikiran bagaimana jika hal tersebut bisa menyebabkan stres dan mengurangi waktu hamil yang berharga memang kerap muncul pada Bunda yang tengah hamil. Hampir sebanyak 20 hingga 25 persen perempuan mengalami kecemasan pada suatu tahap kehamilan mereka.

Khawatir tentang risiko keguguran, normalkah?

Salah satu kekhawatiran paling umum yang dialami Bunda hamil adalah ketakutan akan keguguran, terutama di hari-hari awal, karena 80 persen keguguran berisiko terjadi pada trimester pertama. Kemungkinan berikutnya, risiko keguguran menurun secara signifikan setelah usia kehamilan 13 minggu, Bunda.

Keguguran sendiri sebenarnya memang tak bisa dicegah. Karenanya, tidak perlu merasa bersalah karena keguguran bukan terjadi dari akibat apa pun yang Bunda lakukan.

"Mayoritas keguguran trimester pertama adalah disebabkan oleh kelainan genetik pada janin yang sedang tumbuh. Keguguran kehamilan di akhir kehamilan juga dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan seperti beberapa gangguan autoimun, paparan racun, infeksi, dan trauma fisik,"kata Bidan Marea Goodman dan Ray Rachlin. 

Meskipun keguguran memang umum terjadi di mana statistik menunjukkan bahwa 1 dari 4 kehamilan berakhir dengan keguguran, risiko ini memang terasa tabu dibicarakan. Sebab, hal ini justru menambah rasa takut dan kecemasan tentang kehilangan kehamilan meskipun sebenarnya hal ini sangatlah normal dialami para Bunda hamil.

Kecemasan selama kehamilan sangatlah umum terjadi terutama usai mengalami keguguran. Rasa trauma sepertinya masih membayangi sehingga perjalanan kehamilan diliputi rasa kecemasan. 

Kondisi seperti yang Bunda rasakan memang sangatlah wajar. Hal tersebut ternyata juga memengaruhi hingga 64 persen perempuan bahkan dua tahun kemudian ketika mereka usai mengalami fase keguguran, rasa cemas dan depresi yang dialaminya meningkat.

Menurut Rachel Rabinor, LCSW, PMH-C, seorang terapis  yang menjalankan praktik yang berfokus pada kehamilan, pengasuhan, kehilangan, dan pasca melahirkan bahwa kecemasan itu memang nyata. 

"Banyak perempuan menemukan kelegaan setelah melewati minggu kehilangan sebelumnya. Dan terutama setelah menyelesaikan trimester pertama karena kemungkinan menurun secara signifikan setelah titik itu," ujar Rabinor.

Para ahli juga merekomendasikan beberapa cara untuk mengelola kecemasan jika seseorang pernah mengalami keguguran sebelumnya. Selain memberikan dukungan, juga mereka bisa melakukan berbagai hal positif seperti berikut ini:

1. Latihan pernapasan

Rekomendasi awal yang penting dipraktikkan ialah fokus pada pernapasan. "Tidak ada yang lebih menenangkan daripada napas kita. Ketika kecemasan muncul, tubuh biasanya bereaksi secara fisik dan seseorang biasanya mengambil napas lebih pendek. Jadi, memperlambat dan berlatih pernapasan dalam sangat penting dan akan membantu Bunda kembali pulih.

Berlatih pernapasan yang lebih aktif saat itu bisa efektif mengurangi pikiran cemas. Selain itu, rutinitas yoga prenatal, latihan pernapasan, meditasi, dan mindfulness secara rutin juga dapat membantu Bunda lebih tenang saat kekhawatiran mulai muncul.

2. Gunakan metode lima indra

"Ketika Bunda mengalami kecemasan, rasanya seperti ada singa di depan Bunda, sehingga tubuh masuk ke mode bertarung atau lari, tetapi kenyataannya tidak ada singa di sana," jelas Katayune Kaeni, Psy.D., PMH-C, yang mengkhususkan diri dalam kesehatan mental selama kehamilan dan pasca melahirkan.

Salah satu metode yang direkomendasikan Dr. Kaeni kepada pasien yang mengalami kecemasan adalah dengan berlatih menggunakan kelima indera untuk memperlambat dan kembali ke saat ini.

Ini artinya, Bunda hanya perlu meluangkan beberapa menit untuk mengidentifikasi beberapa hal berikut:

  • 5 hal yang Bunda lihat
  • 4 hal yang bisa Bunda sentuh
  • 3 hal yang bisa Bunda dengar
  • 2 hal yang bisa Buna cium
  • 1 hal yang bisa Bunda cicipi

"Ini membantu menenangkan pikiran dan memungkinkan Bunda mengenali bahwa semua hal di sekitar Bunda adalah yang nyata, bukan kecemasan yang Bunda ciptakan di kepala Bunda," bagi Dr. Kaeni.

Namun, penting untuk berlatih ini bahkan saat Bunda tidak dalam keadaan khawatir, agar Bunda memiliki alat yang siap digunakan saat dibutuhkan.

3. Prioritas ke alam bebas

Menghabiskan waktu di alam telah telah terbukti memiliki efek penyembuhan yang signifikan, meningkatkan suasana hati, kesehatan mental, dan kesejahteraan emosional.

Secara khusus, paparan sinar matahari meningkatkan kadar vitamin D, yang memiliki beberapa manfaat termasuk membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan risiko diabetes tipe 2, memperkuat sistem imun, dan meningkatkan tingkat energi.

"Bahkan keluar selama 10 menit saja bisa benar-benar mengubah hari Bunda," kata Rabinor. 

Karenanya, sambung Rabinor, hal yang bisa Bunda lakukan bisa sesederhana berjalan kaki dan berada di atas pasir atau rumput. Idealnya, Bunda bisa tinggal dekat alam, atau jika tidak, sekadar pergi ke taman terdekat atau berjalan-jalan mengelilingi komplek pun tidak masalah. Dengan kegiatan tersebut, tentunya Bunda akan mendapatkan beberapa manfaat luar biasa. Intinya, lakukan apa pun yang bisa kamu lakukan dan semua hal tersebut bisa sangat membantu.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)