Cara Membedakan Kondisi Demam yang Aman dan Membahayakan

calendar_today 10.08.2026 - person  - timer ~

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:09 WIB

VIVA – Demam merupakan salah satu kondisi kesehatan yang cukup sering dialami dan umumnya menjadi tanda bahwa tubuh sedang merespons sesuatu, terutama infeksi. Suhu tubuh yang meningkat tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit serius. Namun, pada kondisi tertentu, demam dapat menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis segera.

Baca Juga

Persoalannya, membedakan demam yang masih dapat dipantau di rumah dengan demam yang berpotensi membahayakan tidak selalu mudah. Suhu tubuh memang dapat menjadi salah satu parameter, tetapi tingkat keparahan penyakit tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya suhu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, penting untuk mengenali perubahan kondisi tubuh dan tanda-tanda lain yang menyertai demam. Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk membedakan kondisi demam yang relatif aman dan yang perlu mendapat perhatian lebih.

Baca Juga

1. Pahami bahwa demam merupakan respons tubuh

Demam pada dasarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika menghadapi infeksi atau kondisi tertentu. Peningkatan suhu dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bekerja melawan virus, bakteri, maupun penyebab infeksi lainnya.

Baca Juga

Pada sebagian kasus, demam dapat membaik setelah tubuh berhasil mengatasi penyebabnya. Demam yang disertai kondisi umum yang masih baik, seperti tetap mampu minum, berkomunikasi dengan normal, dan tidak mengalami gangguan pernapasan, umumnya dapat dipantau sembari melakukan perawatan di rumah.

Meski demikian, kondisi setiap orang berbeda. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit tertentu dapat membutuhkan perhatian lebih ketika mengalami demam.

2. Waspadai demam yang disertai tanda bahaya

Demam perlu mendapatkan perhatian lebih ketika disertai perubahan kondisi tubuh yang signifikan. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain kesadaran menurun, tubuh sangat lemas, sesak atau kesulitan bernapas, kejang, nyeri hebat, muntah terus-menerus, dehidrasi, hingga munculnya perdarahan atau ruam yang tidak biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demam yang tidak kunjung membaik atau justru semakin berat juga tidak sebaiknya diabaikan. Begitu pula apabila kondisi seseorang memburuk meskipun angka suhu tubuh tidak terlalu tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keparahan penyakit tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan angka pada termometer. Gejala penyerta dan perubahan kondisi fisik menjadi bagian penting dalam menilai apakah seseorang membutuhkan pertolongan medis.

Halaman Selanjutnya

3. Lakukan deteksi dini dengan mengamati kondisi tubuh