Bandung (ANTARA) - Pada akhir-akhir ini, masyarakat dibuat bingung mengenai posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mendadak berubah atau naik-turun. Kementrian Sosial (Kemensos) menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat masuknya data dari BKKBN yang belum terverifikasi penuh sekitar 12 juta.
Kemensos memfasilitasi masyarakat untuk mengecek tingkatan desil tersebut secara mandiri melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial. Layanan ini hanya memerlukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP dan dapat diakses kapan saja.
Masyarakat yang ingin mengetahui status kesejahteraan maupun status bansos dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Setelah pencarian selesai, sistem akan menampilkan data profil pengguna yang mencakup informasi tingkatan desil hingga status penerimaan bantuan. Berikut beberapa bansos yang dapat diterima bagi beberapa desil yang memenuhi kualifikasi:
Sembako / BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai
BPNT akan diberikan untuk membantu kelompok masyarakat menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan gizi pokok sehari-hari. Biasanya berbentuk uang elektronik atau uang tersebut dikirim ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan hanya dapat ditukarkan di warung gotong royong (e-warong) atau agen bank tertentu.
Program Keluarga Harapan (PKH)
Secara tidak langsung program ini kurang lebih sama dengan program sembako. Hal yang membedakan penerima bantuan wajib memenuhi syarat atau komitmen di bidang kesehatan dan pendidikan. Uang biasanya dikirim langsung ke rekening bank negara milik penerima melalui KKS.
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Program ini merupakan layanan kesehatan gratis menggunakan BPJS Kesehatan khusus untuk fakir miskin dan orang tidak mampu. Pada program ini iuran bulanan dibayar penuh oleh pemerintah dan penerima otomatis masuk ke dalam kelas tiga. Program ini dapat dilakukan kepada beberapa rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kategori desil 1 hingga 4 menjadi kelompok prioritas penerima bantuan sosial, sementara desil 5 hingga 10 mewakili tingkat kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Melalui layanan pengecekan mandiri ini, masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam memastikan hak dan status kepesertaannya. Langkah ini tidak hanya membantu menekan angka kekeliruan distribusi bantuan, tetapi juga menjadi wujud nyata pemenuhan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat yang berhak.
Pewarta: Karen Virginia Syiefa*Qya Aidi Adha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.