Cara aman melihat gerhana Matahari total tanpa merusak mata

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Fenomena gerhana Matahari total akan kembali terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa astronomi ini diprediksi berlangsung mulai pukul 15.35 UTC, mencapai puncaknya pada pukul 17.47 UTC, dan berakhir pada pukul 19.59 UTC. Gerhana Matahari total akan melintasi sejumlah wilayah di belahan bumi utara, termasuk pesisir timur dan utara Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, serta sebagian kecil Portugal.

Masyarakat di wilayah tersebut dapat menyaksikan fase totalitas, sedangkan negara lain seperti Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, negara-negara Skandinavia, Maroko, Aljazair, hingga wilayah timur laut Amerika Serikat hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

Meski menjadi fenomena yang menarik untuk diamati, melihat gerhana matahari tidak boleh dilakukan sembarangan. Menatap Matahari secara langsung tanpa pelindung yang sesuai dapat menyebabkan kerusakan mata yang serius, bahkan permanen. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang benar dan aman saat menyaksikan gerhana matahari.

Salah satu risiko terbesar saat melihat gerhana matahari tanpa pelindung adalah solar retinopathy, yaitu kerusakan pada retina akibat paparan cahaya Matahari yang sangat kuat. Cahaya tersebut difokuskan oleh lensa mata menuju retina, terutama makula yang berfungsi mengatur penglihatan detail dan kemampuan membedakan warna.

Baca juga: Cara lindungi mata dari kerusakan permanen akibat gerhana matahari

Kerusakan ini terjadi melalui proses fotokimia, yaitu ketika radiasi ultraviolet (UV) dan inframerah berenergi tinggi merusak sel-sel fotoreseptor pada retina. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena retina tidak memiliki saraf yang dapat merasakan nyeri. Akibatnya, seseorang tidak akan merasakan mata terbakar meski kerusakan sedang terjadi.

Gejala solar retinopathy dapat muncul beberapa jam setelah paparan, antara lain pandangan menjadi kabur, muncul bintik hitam di bagian tengah penglihatan (scotoma), hingga gangguan dalam melihat warna. Pada sebagian kasus, gangguan ini dapat membaik seiring waktu, tetapi tidak sedikit yang mengalami kerusakan penglihatan permanen.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet juga menunjukkan bahwa paparan radiasi Matahari saat gerhana tanpa perlindungan mata dapat merusak lapisan epitel pigmen retina. Studi tersebut menemukan banyak pasien baru menyadari penurunan ketajaman penglihatannya beberapa jam setelah gerhana selesai. Penelitian itu juga menegaskan bahwa penggunaan filter mata dengan densitas optik yang sesuai mampu menurunkan risiko cedera pada makula secara signifikan.

Agar tetap aman saat menikmati fenomena gerhana matahari, berikut beberapa langkah yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan mata.

Pertama, gunakan kacamata gerhana khusus yang telah memenuhi standar internasional ISO 12312-2. Kacamata ini dirancang untuk menyaring intensitas cahaya Matahari, termasuk radiasi ultraviolet dan inframerah yang berbahaya bagi mata. Perlu diingat, kacamata hitam biasa, meskipun terlihat sangat gelap, tidak mampu memberikan perlindungan yang memadai sehingga tidak boleh digunakan untuk mengamati gerhana matahari.

Baca juga: Gerhana matahari parsial, mulai dari penyebab hingga dampaknya

Kedua, manfaatkan metode proyeksi lubang jarum atau pinhole projection. Cara ini menjadi salah satu metode paling aman sekaligus mudah dilakukan. Cukup buat lubang kecil pada selembar kartu atau kertas tebal, lalu arahkan cahaya Matahari agar menembus lubang tersebut ke permukaan lain, seperti kertas putih atau tanah. Bayangan Matahari akan terlihat tanpa perlu menatap Matahari secara langsung.

Ketiga, jika menggunakan teleskop, binokular, atau kamera dengan lensa pembesar, pastikan alat tersebut dipasangi filter Matahari khusus pada bagian depan lensa objektif. Jangan pernah memasang filter di bagian okuler atau bahkan menggunakan alat optik tanpa filter. Cahaya Matahari yang diperbesar oleh teleskop atau binokular dapat menyebabkan kerusakan retina dalam hitungan detik.

Selain menggunakan perlengkapan yang tepat, hindari melihat Matahari secara langsung selama fase gerhana sebagian. Penggunaan pelindung mata tetap diperlukan hingga Matahari benar-benar tertutup pada fase totalitas, dan harus kembali digunakan segera setelah cahaya Matahari mulai muncul kembali.

Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alam yang menakjubkan sekaligus menjadi momen berharga bagi para pencinta astronomi. Namun, keselamatan mata harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan menggunakan pelindung yang sesuai dan mengikuti prosedur pengamatan yang benar, masyarakat dapat menikmati keindahan gerhana matahari tanpa mengorbankan kesehatan penglihatan.

Baca juga: Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026: Daftar negara yang warganya bisa saksikan

Baca juga: Bagaimana gerhana Matahari total terjadi? Ini penjelasan ilmiahnya

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.