AKURAT.CO Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah anggapan bahwa kepengurusan PBNU periode saat ini terlalu banyak diwarnai kepentingan politik. Menurutnya, seluruh jajaran pengurus telah berupaya menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya hingga akhir masa khidmat.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul sebagai respons atas kritik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang menilai PBNU perlu terbebas dari keterlibatan politisi dalam struktur kepengurusannya.
"Jadi semua sudah berusaha bekerja dengan baik. Mudah-mudahan nanti sampai berakhir, sampai selesai," ujar Gus Ipul saat ditemui di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Berpeluang Pimpin PBNU, Singgung Rekam Jejak Ketua Umum
Gus Ipul menegaskan bahwa arah dan pilihan politik warga Nahdlatul Ulama sepenuhnya menjadi hak masing-masing. Menurutnya, para pemilik hak suara dalam Muktamar nantinya akan menentukan sendiri pilihan mereka terhadap kepemimpinan organisasi.
"Bergantung saja. Nanti para pemilik suara itu yang menentukan," katanya.
Ia juga mempersilakan siapa pun, termasuk Cak Imin, untuk menyampaikan pandangan dan kritik menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi.
"Jadi ya boleh saja setiap orang memberikan pandangan-pandangan, apalagi menjelang Muktamar," ujarnya.
Sebelumnya, Cak Imin mengaku prihatin terhadap kondisi PBNU saat ini. Ia menilai kepengurusan PBNU periode sekarang mengalami kemunduran dibandingkan periode-periode sebelumnya.
"PBNU periode ini, PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," kata Cak Imin.
Menurutnya, kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap organisasi yang telah membesarkannya, bukan dalam kapasitas sebagai ketua umum partai politik.
"Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan Pengurus Besar NU," ujarnya.
Baca Juga: KH Zulfa Mustofa Siap Maju Jadi Calon Ketum PBNU
Cak Imin juga berpandangan bahwa kepengurusan PBNU ke depan sebaiknya steril dari keterlibatan politisi aktif. Ia menilai kader NU yang memilih berkiprah di dunia politik sebaiknya menyalurkan aktivitas politiknya melalui partai, bukan melalui struktur kepengurusan PBNU.
"PBNU harus bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai," katanya.
Polemik mengenai arah kepemimpinan dan tata kelola organisasi mengemuka menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan memilih Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya. Berbagai tokoh mulai menyampaikan pandangan dan kritik sebagai bagian dari dinamika menjelang forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.