Rabu, 09 September 2026, 22:10 WIB
Warta Ekonomi, Bandung -
BYD terus memperluas penetrasi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Hingga kini, penjualan BYD di Indonesia telah mencapai sekitar 47.700 unit dengan penguasaan lebih dari 37% pangsa pasar pada segmen yang dibidik.
Perluasan pasar tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. BYD menilai perubahan pola mobilitas masyarakat turut didorong oleh meningkatnya biaya penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil serta kebutuhan terhadap kendaraan yang lebih efisien.
Head of Marketing PT BYD Indonesia, Pramita Sari menyebutkan, elektrifikasi kini bukan lagi sekadar pilihan teknologi, tetapi menjadi bagian dari arah masa depan mobilitas.
"Karena itu elektrifikasi bukan lagi pilihan. Itu adalah sebuah masa depan mobilitas," g, Rabu (9/9/2026).
Sejak awal, BYD mengembangkan konsep Green Dream dengan membangun ekosistem energi yang mencakup efisiensi energi, penyimpanan energi, hingga penerapan energi baru pada kendaraan.
Secara global, BYD menyebut telah menjangkau lebih dari 120 negara dan wilayah. Penjualan kendaraan energi barunya juga telah melampaui 17,8 juta unit.
Di Indonesia, perkembangan kendaraan elektrifikasi menunjukkan peningkatan signifikan. Pangsa pasar kendaraan listrik nasional yang pada 2021 masih sekitar 1% kini telah meningkat hingga lebih dari 20%.
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan pertumbuhan pasar kendaraan listrik. BYD mencatat sekitar 12.000 keluarga di Jawa Barat telah menggunakan kendaraan BYD. Angka tersebut disebut setara dengan sekitar 12% pangsa kendaraan listrik di provinsi tersebut pada 2026.
"Dua model yang disebut menjadi pilihan konsumen Jawa Barat adalah BYD Atto 1 dan BYD M6,"katanya
Untuk memperkuat layanan kepada konsumen, BYD juga terus memperluas jaringan distribusinya. Secara nasional, jaringan BYD telah mencapai lebih dari 130 titik. Di Jawa Barat, sebanyak 20 lokasi telah beroperasi dan jaringan tersebut ditargetkan bertambah hingga 31 lokasi.
BYD juga membawa dua teknologi utama dalam ekosistem kendaraan energi barunya, yakni kendaraan listrik berbasis baterai (EV) dan teknologi Dual Mode (DM).
"Two technologies, one ecosystem, one purpose," ujarnya
Salah satu model yang menjadi perhatian BYD adalah keluarga M6. Setelah menghadirkan M6 EV dan M6 DM, BYD memperkenalkan New BYD M6 EV untuk konsumen Jawa Barat dengan jarak tempuh hingga 405 kilometer.
Model tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan keluarga Indonesia. Sebelumnya, BYD M6 juga telah mendapatkan sejumlah penghargaan dan mencatatkan penerimaan pasar yang cukup kuat.
Sementara itu, BYD M6 DM disebut telah memimpin penjualan di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut. Hingga kini, keluarga BYD M6 telah dipercaya lebih dari 28.000 pelanggan di Indonesia.
Pramita menambahkan perluasan bisnis BYD di Indonesia juga diperkuat dengan pembangunan fasilitas produksi kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk membangun basis produksi di Indonesia.
Penguatan fasilitas produksi dan perluasan jaringan penjualan, BYD menargetkan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia semakin berkembang, sekaligus mendorong percepatan transisi menuju mobilitas rendah emisi.
"Make in Indonesia for Indonesia. Towards a greater future," pungkasnya