Sumbawa (ANTARA) - Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Syarafuddin Jarot mengajak para santri menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperkuat akhlak untuk menghadapi tantangan zaman dan mendukung pembangunan bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan saat membacakan amanat Menteri Agama pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kodim 1607/Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Kamis.
Dalam amanat tersebut, Jarot menyampaikan bahwa perjuangan santri saat ini perlu diwujudkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Jika dahulu santri berjuang dengan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan, kini santri harus berjuang melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia," demikian amanat Menteri Agama yang dibacakan Bupati Jarot.
Penguatan kualitas sumber daya manusia santri dinilai penting untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Santri diharapkan berani mengembangkan potensi dan bercita-cita berkiprah di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai agama dan akhlak mulia.
Penguasaan ilmu agama juga perlu berjalan beriringan dengan kemampuan teknologi agar lulusan pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Amanat Menteri Agama turut menyoroti penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan direktorat jenderal khusus yang menangani pesantren di Kementerian Agama pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Pesantren diharapkan menjalankan tiga fungsi utamanya secara optimal, yakni pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 sebagai bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: Hari Santri 2026, DPRD NTB ajak pesantren perkuat pendidikan karakter
Semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagai bagian dari keimanan turut ditekankan untuk memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli bupati, asisten sekretaris daerah, kepala organisasi perangkat daerah, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan penyerahan piala oleh Bupati Sumbawa kepada para pemenang lomba Hari Santri Nasional 2026 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026