Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil menyatakan peringatan 800 tahun Samudera Pasai menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga adat, budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para indatu kepada generasi penerus.
“Kegiatan ini harus kita maknai sebagai bagian refleksi mengenang perjalanan sejarah terhadap kejayaan masa lalu Samudera Pasai sebagai pusat perdagangan, pusat ilmu pengetahuan, dan syiar Islam,” katanya di Aceh Utara, Selasa.
Ia menjelaskan kejayaan yang telah terukir di masa lalu tersebut tidak boleh hanya menjadi cerita kebanggaan masa lalu, melainkan menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda untuk mewujudkan kembali masa keemasan tersebut.
"Satu daerah tidak menjadi besar hanya karena umurnya yang tua, tetapi karena manusia yang tinggal di dalamnya mampu membaca zaman dengan baik. Generasi muda Aceh Utara tidak boleh hanya menjadi penonton saat dunia berubah, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” katanya.
Baca: Pemkab Aceh Utara salurkan santunan korban banjir Rp2,48 miliar
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, ulama, dan jajaran pemerintah untuk berkolaborasi membangun Aceh Utara, tidak hanya melalui pembangunan fisik dan anggaran, tetapi juga lewat gagasan, karya nyata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Bumi Samudera Pasai ini adalah tanah tempat kita hidup dan mati dengan mulia. Apa yang kita terima dari leluhur wajib kita pulangkan kepada anak cucu, jika tidak bisa lebih baik, setidaknya jangan kurang dari apa yang ada," katanya.
Bupati menambahkan penetapan peringatan tersebut merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 10 Tahun 2017 tentang Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara yang jatuh setiap tanggal 7 September. Qanun tersebut menjadi penanda identitas bumi Samudera Pasai agar nilai-nilai sejarahnya tidak hilang tergerus zaman.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.