Bupati: Pembangunan drainase perkotaan bisa mengurangi genangan 45 persen

calendar_today 11.09.2026 - person  - timer ~

Bupati: Pembangunan drainase perkotaan bisa mengurangi genangan 45 persen

Jumat, 11 September 2026 14:48 WIB

Image Print

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Hammad Riza bersama jajaran menyaksikan pemasangan grill inlet saluran drainase di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memperkuat sistem drainase perkotaan dengan pembangunan dan revitalisasi saluran drainase yang diperkirakan mampu mengurangi potensi genangan banjir hingga 45 persen, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

"Pembangunan maupun revitalisasi saluran drainase tidak hanya tahun ini, karena tahun sebelumnya juga sudah dimulai sebagai upaya mengurangi potensi genangan banjir di berbagai lokasi," ujarnya di Kudus, Jumat.

Menurut dia pembangunan drainase tahun ini terus dilanjutkan, termasuk dengan memperbesar kapasitas saluran agar mampu menampung dan mengalirkan air ketika terjadi curah hujan tinggi.

Dengan kapasitas saluran yang lebih besar dan sistem pembuangan yang terhubung, diharapkan genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dapat ditekan.

Bupati juga mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah di saluran drainase karena tidak akan berfungsi optimal menyalurkan air kalau saluran itu tersumbat sampah.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Hammad Riza mengatakan terdapat sekitar 30 lokasi yang menjadi sasaran pembangunan drainase baru maupun revitalisasi drainase tahun ini.

"Total titik kurang lebih ada 30-an. Ini semuanya sudah berjalan dan realisasi pekerjaan rata-rata di atas 50 persen," ujarnya.

Salah satu pekerjaan yang saat ini hampir rampung berada di ruas Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Wahidin. Progres pekerjaan di lokasi tersebut mencapai 96 persen.

Pada ruas Jalan Wahidin, drainase dibangun menggunakan u-ditch berukuran 1x1 meter, sedangkan di Jalan Wahid Hasyim menggunakan u-ditch berukuran 60x60 sentimeter (Cm). Sedangkan tahapannya saat ini pemasangan grill inlet, kemudian perapian dan pembersihan.

Hammad menjelaskan pembangunan di ruas tersebut merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan aliran drainase dari sejumlah ruas jalan agar dapat diarahkan menuju sungai. Ke depan, saluran tersebut dapat mendukung sistem drainase di Jalan Mangga, Lukmono Hadi Ramelan, dan Ahmad Yani, dengan pembuangan akhir menuju Sungai Gelis.

Ia mengatakan tidak seluruh jaringan drainase di Kabupaten Kudus saat ini sudah terintegrasi dengan sungai. Untuk kawasan perkotaan, sebagian besar saluran sudah terhubung, namun masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.

Salah satu kawasan yang masih membutuhkan penanganan adalah sekitar Jalan Wahidin bagian barat, mulai dari kawasan Perempatan Nur Hadi. Tetapi sudah diusulkan anggaran melalui APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi untuk menangani sejumlah titik genangan, termasuk di kawasan Jalan Kiai Telingsing.

Menurut dia, keterbatasan anggaran membuat penanganan drainase belum dapat dilakukan sekaligus di seluruh wilayah sehingga dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kawasan perkotaan dan dimulai dari bagian hilir.

Hammad menambahkan secara keseluruhan jaringan drainase di Kabupaten Kudus yang telah terintegrasi dengan saluran pembuangan atau sungai baru sekitar 60 persen. Sejumlah wilayah di luar kawasan perkotaan masih memiliki saluran drainase yang belum tersedia atau belum terhubung dengan saluran pembuangan.

Baca juga: Kudus mendapatkan apresiasi daerah peduli inovasi ekonomi kreatif

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.