Bangko, Merangin (ANTARA) - Bupati Merangin, Jambi M Syukur mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah.
Program tersebut dinilai penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini sekaligus menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau, kata bupati di Bangko, Selasa.
Ajakan itu disampaikannya saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan CKG sekaligus Sosialisasi Website E-Posyandu (6 SPM) Kabupaten Merangin Tahun 2026 di Auditorium Rumah Dinas Bupati Merangin.
Menurut Bupati, CKG merupakan layanan preventif yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya. Layanan ini telah terstruktur hingga tingkat kecamatan dan desa melalui jaringan Puskesmas, Posyandu serta bidan desa.
"CKG yang merupakan layanan preventif ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit secara dini tanpa dipungut biaya. Jangan takut untuk mengecek kesehatan kita, untuk itu manfaatkan program ini dengan baik," ujar Syukur.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi tubuhnya lebih awal. Dengan begitu, apabila ditemukan indikasi penyakit, penanganan dapat segera dilakukan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk memeriksakan kesehatan.
"CKG untuk kebaikan semua masyarakat. Bila CKG dilakukan, kondisi kesehatan akan selalu terkontrol dengan baik, sehingga bisa cepat diambil solusi apabila terdeteksi adanya penyakit," katanya.
Syukur bahkan menyebut kesehatan merupakan hal yang jauh lebih penting dibandingkan kekayaan. Menurutnya, banyak harta tidak akan berarti apabila seseorang tidak memiliki kondisi tubuh yang sehat.
"Percuma kita banyak uang, tapi tidak bisa menikmatinya karena badan tidak sehat. Alhamdulillah dari sering cek kesehatan saya belum ada penyakit," ungkapnya.
Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dusun, yang takut atau enggan memeriksakan kesehatan.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga justru mengaitkan gejala penyakit dengan hal-hal yang tidak berkaitan dengan medis.
Bupati berharap melalui program CKG, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dapat terus meningkat.
Selain membahas CKG, dalam kegiatan tersebut H M Syukur juga menyosialisasikan website E-Posyandu. Ia menjelaskan, Posyandu saat ini telah mengalami transformasi dan memiliki cakupan pelayanan yang jauh lebih luas.
Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya berkaitan dengan penimbangan bayi maupun pemberian makanan tambahan. Saat ini terdapat enam standar pelayanan yang mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
Pelayanan tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.
"Pertama Posyandu melayani kesehatan, memeriksa ibu hamil, imunisasi, gizi balita, skrining penyakit dan layanan kesehatan untuk semua usia, lalu pelayanan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman ketertiban umum perlindungan masyarakat dan terakhir pelayanan sosial," jelasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Merangin Hj Lavita Syukur, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Merangin Ny Sri Rizki Zulhifni, Sekda Merangin Zulhifni, unsur Forkopimda, para kepala OPD atau yang mewakili.
Sementara para kepala Puskesmas se-Kabupaten Merangin mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Tim Pembina Posyandu Merangin Hj Lavita Syukur dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Merangin, Fajar Aria Phitra.
Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.