Bupati Kutai Timur: Underpass Inul buka akses ekonomi kawasan Bengalon - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 25.10.2026 - person  - timer ~

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menilai beroperasinya underpass (jalan bawah tanah) Inul di ruas Jalan Sangatta–Simpang Perdau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan Bengalon dan wilayah sekitarnya.

"Infrastruktur strategis ini dibangun melalui kolaborasi Pemkab Kutai Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Regional Kaltim, dan PT Kaltim Prima Coal (KPC)," ujar Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Kaltim, Minggu.

Keberadaan underpass ini memiliki makna strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar kelancaran perjalanan. Dengan terpisahnya jalur masyarakat dan jalur angkutan tambang, waktu tempuh akan semakin singkat, biaya logistik menurun, dan akses warga ke pusat kegiatan ekonomi semakin terbuka.

Konektivitas yang baik akan memangkas biaya transportasi, memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan baru yang potensial.

Sebelumnya, saat meresmikan Underpass Inul pada Jumat (23/10/2026), Ardiansyah juga mengatakan bahwa Underpass Inul bukan hanya jalan bawah tanah, melainkan menjadi jalur menuju kesejahteraan yang lebih merata lewat kelancaran aktivitas ekonomi dan lainnya.

Selama ini jalur Sangatta–Simpang Perdau kerap mengalami perlambatan arus kendaraan yang berdampak pada biaya distribusi barang dan jasa, sehingga adanya pemisahan jalur tersebut, pergerakan warga dan kendaraan pengangkut hasil produksi pertanian serta kebutuhan pokok menjadi lebih lancar dan aman.

Penurunan biaya logistik ini diharapkan dapat menurunkan harga barang kebutuhan di kawasan Bengalon dan membuka peluang investasi baru.

Plt Kepala BBPJN Regional Kaltim, Akmizal, menjelaskan bahwa skema Kerja Sama Pelaku Usaha (KSPU) yang digunakan dalam pembangunan ini membuktikan bahwa percepatan infrastruktur dapat dilakukan tanpa menunggu ketersediaan anggaran besar. Manfaat yang dirasakan masyarakat pun langsung terasa begitu infrastruktur beroperasi.

"Infrastruktur yang terhubung dengan baik akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketika biaya perjalanan turun, produktivitas naik, dan peluang terbuka, dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," jelas Akmizal.

Sementara General Manager of External Affairs and Sustainable Development KPC, Wawan Setiawan, menambahkan bahwa kehadiran underpass ini akan memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta diharapkan terus berlanjut untuk berbagai proyek yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.