Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan perlu memperkuat personel dan fasilitas untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan laut yang menimpa wisatawan di pantai Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Saya nitip ke teman-teman di sini, upaya ke depan lebih banyak ke pencegahan," kata Bupati saat meninjau operasi pencarian tiga wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Garut, Rabu.
Ia menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan ada tiga wisatawan yang tiba-tiba terseret arus ombak saat berenang di destinasi wisata Pantai Karangpapak, Selasa (25/8) siang.
Kecelakaan laut yang menimpa wisatawan itu, kata dia, menjadi peringatan bagi masyarakat terutama wisatawan untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di kawasan wisata pantai.
Pemerintah daerah, kata dia, juga berupaya untuk memperketat pengawasan dan pencegahan di seluruh destinasi wisata pantai agar tidak ada lagi kejadian serupa.
"Pencegahan, tadi kita bicara tentang fasilitas dari mulai sumber daya manusianya, kemudian juga dari peralatannya, kemudian sistemnya," kata Abdusy.
Ia berharap upaya pencegahan yang terus ditingkatkan pemerintah daerah maupun pemangku kebijakan lainnya dapat memberikan suasana wisata pantai yang aman dan nyaman.
"Ke depan, di daerah Karangpapak dan daerah lain di Garut, tetap menjadi tempat wisata yang aman. Kita harapkan ke depan nanti kolaborasi semakin baik antara kita semua," kata Bupati.
Abdusy saat peninjauan langsung di lokasi operasi pencarian itu menyampaikan turut berduka cita dan empati kepada keluarga korban. Semoga seluruh korban dapat secepatnya ditemukan.
"Kami sangat prihatin dan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga para korban dapat segera ditemukan," kata Bupati.
Sebelumnya, tiga wisatawan yakni Murdani Siahaan (18) warga Aceh Tenggara, Ardi M Nababan (27) warga Kabupaten Sumedang, dan Irfan Nababan (18) warga Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, terseret arus ombak saat berenang di Pantai Karangpapak, Selasa (25/8) siang.
Peristiwa itu bermula ketika salah seorang wisatawan, Ardi M Nababan terbawa arus ombak yang menariknya ke tengah lautan. Kedua korban lainnya yang mengetahui kejadian itu mencoba menolongnya.
Namun nahas, upaya memberikan pertolongan itu justru menyebabkan keduanya sama-sama terbawa arus ombak ke tengah lautan yang akhirnya mereka hilang.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri pantai dan ke tengah lautan. Hari kedua pencarian, tim berhasil menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia yakni Murdani Siahaan, dan dua wisatawan lainnya masih dalam pencarian.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.