Selasa, 20 Oktober 2026 16:20 WIB
Bupati Demak Eisti'anah didampingi Wabup Muhammad Badruddin, dan Sekda Ahmad Sugiharto berdiskusi dalam acara "Demang Ngantor Deso" di Balai Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Demak (ANTARA) - Program "Demang Ngantor Deso" salah satu program untuk mendekatkan berbagai layanan terhadap masyarakat di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, karena melibatkan banyak pihak, kata Bupati Demak Eisti'anah.
"Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kami libatkan, termasuk instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga lembaga mitra lainnya agar masyarakat mudah mengakses berbagai layanan yang ada," katanya saat menghadiri kegiatan "Demang Ngantor Deso" di Balai Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, di Demak, Selasa.
Ia mengungkapkan program "Demang Ngantor Deso" juga salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat sehingga program ini mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, karena semua pelayanan dihadirkan dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
Terkait dengan pemilihan Desa Tedunan sebagai lokasi kegiatan, kata dia, karena letaknya di wilayah timur laut Kabupaten Demak menjadi pertimbangan untuk semakin mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
"Melalui program 'Demang Ngantor Desa', berbagai layanan yang biasanya diakses di lingkungan Pemerintah Kabupaten Demak kini hadir langsung di desa. Inilah konsep jemput bola yang membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya," ujarnya.
Ia mengatakan "Demang Ngantor Desa" kali ini yang keempat sepanjang 2026. Beragam layanan dihadirkan untuk masyarakat, mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG), layanan perpustakaan dan gerakan gemar membaca, pembuatan KTP, hingga penyediaan sembako murah.
"Jadi, masyarakat diharapkan jangan cuma datang dan melihat-lihat, langsung manfaatkan berbagai layanan yang tersedia. Karena di 'Demang' ini sangat praktis, dekat, dan pastinya lebih memudahkan," ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah program pembangunan di Kecamatan Wedung, di antaranya terkait dengan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) serta pembangunan jembatan di Desa Babalan yang akhirnya terealisasi pada 2026.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses transportasi sekaligus mendukung pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wedung. Dengan akses yang semakin baik, aktivitas warga dan distribusi hasil perekonomian diharapkan menjadi lebih lancar.
Kepala Desa Tedunan Zaenal Afif menyambut positif kegiatan tersebut, karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat, di mana berbagai kebutuhan pelayanan dapat diakses secara lebih dekat dan optimal, tanpa harus jauh-jauh datang ke pusat pemerintahan kabupaten.
"Manfaatnya sangat besar karena masyarakat bisa mendapatkan pelayanan secara maksimal," ujarnya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK memperluas perlindungan pekerja informal di Demak hingga desa
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.