Bengkulu (ANTARA) - Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin menyebut deklarasi Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai daerah bebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan sanitasi dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.
"Tujuan kita memutus mata rantai penularan penyakit dan mencegah timbulnya berbagai penyakit, sekaligus mendorong terwujudnya kondisi masyarakat yang tidak lagi buang air besar sembarangan," kata Rifai Tajudin di Bengkulu Selatan, Kamis.
Dia mengatakan upaya pencapaian status ODF dilakukan dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun sarana jamban sehat di berbagai wilayah.
Menurut dia pembangunan sarana sanitasi telah dilakukan secara bertahap melalui dukungan pemerintah daerah bersama berbagai pihak. Pada 2024, sebanyak 2.202 unit sarana sanitasi dibangun melalui program bersama Wahana Visi Indonesia.
Sementara pada 2026, pemerintah daerah kembali membangun 30 unit sarana sanitasi sebagai bagian dari upaya memperkuat pilar sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Rifai mengatakan keberhasilan mewujudkan pilar pertama sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk melanjutkan penguatan pilar-pilar berikutnya.
"Setelah terwujudnya pilar satu ini, kita meningkatkan capaian pilar-pilar berikutnya. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya kondisi Kabupaten Bengkulu Selatan yang aman, nyaman, bersih dan sehat," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Melalui deklarasi ODF, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap semangat kolaborasi terus terjaga sehingga berbagai program kesehatan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.