Jakarta -
Kamu sudah masak mengikuti resep, tapi saat dicicipi rasanya masih kurang? Makanannya mungkin bukan tidak enak, tapi rasanya cenderung hambar dan kurang 'nendang' di lidah.
Sebelum menambahkan penyedap rasa atau bumbu lain, coba evaluasi lagi cara memasaknya. Makanan yang hambar sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya bumbu, melainkan karena beberapa kesalahan dasar di dapur.
Dilansir dari Times of India (12/8) agar masakan rumahanmu bisa punya rasa yang lebih kaya dan seenak sajian restoran, pastikan menghindari empat kesalahan umum ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bumbu masak di dapur Foto: iStock
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menaburkan semua garam dan bumbu saat masakan hampir matang karena dianggap praktis. Padahal, bumbu akan bekerja jauh lebih maksimal jika dimasukkan secara bertahap.
Misalnya, memberi sedikit garam pada bawang bombay saat ditumis akan membantu mengeluarkan rasa manis alaminya. Sementara itu, membumbui kuah kari di akhir berguna untuk menyesuaikan rasa finalnya.
Jangan jadikan bumbu sekadar taburan penutup, tapi cicipilah masakan sambil terus membangun rasanya secara perlahan-lahan dari awal memasak.
Dalam masakan, bumbu dasar sangat menentukan seberapa lezat hasil akhirnya. Jika bawang tumisanmu masih pucat dan berair saat kamu sudah memasukkan bahan lain, berarti kamu terlalu terburu-buru. Tumislah bawang hingga benar-benar layu dan warnanya lebih pekat untuk menciptakan rasa manis yang kompleks.
Rempah-rempah juga perlu dimasak sebentar di dalam minyak panas agar senyawa aromatiknya "mekar" dan menyatu dengan masakan. Tapi ingat, perhatikan besaran api agar rempah, terutama yang berbentuk bubuk tidak cepat gosong yang justru bikin masakan jadi pahit.
Ilustrasi masak di wajan. Foto: iStock
Memasukkan semua bahan sekaligus ke dalam satu wajan memang menghemat waktu, tapi sayangnya kamu akan mengorbankan rasa. Saat wajan terlalu sesak, bahan makanan (seperti daging, jamur, kentang, atau sayuran) akan menghasilkan banyak air ke dalam wajan.
Akibatnya, makanan tersebut gagal mengalami proses pencokelatan (browning) atau karamelisasi. Hasilnya malah jadi seperti direbus atau dikukus.
Padahal, proses kecokelatan di permukaan wajan panas itulah yang mengunci rasa gurih. Berilah ruang yang cukup pada bahan makanan di wajan atau masaklah secara bertahap.
Terkadang masakanmu sudah pas secara takaran garam, rempah, dan lemak, tapi rasanya masih membosankan. Kalau sudah begini, elemen yang hilang biasanya adalah tingkat keasaman.
Sedikit perasan air jeruk lemon, percikan cuka, atau irisan tomat bisa 'mencerahkan' rasa hidangan dan menyeimbangkan rasa yang terlalu berat.
Keasaman yang pas tidak akan membuat masakan jadi kecut, tetapi justru menajamkan rasa gurihnya. Jangan lupa juga tambahkan bahan segar seperti irisan daun bawang, daun mint, atau ketumbar sesaat sebelum disajikan untuk sentuhan akhir yang wangi.
Saat makanan terasa hambar, sekadar menambah ekstra bumbu masakan instan bukanlah satu-satunya jalan keluar.
Rahasia masakan yang enak terletak pada keseimbangan rasa asin, manis, asam, pedas, dan gurih yang bekerja sama secara harmonis. Cicipilah perlahan dan beri masakanmu waktu yang cukup di atas kompor.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)