Balikpapan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) telah menyalurkan 10.800 ton beras hingga September 2026 untuk mencegah kenaikan harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
"Intervensi dilakukan melalui pasar rakyat SP2KP, ritel modern, kios pangan pemerintah, hingga gerakan pangan murah yang digelar bersama pemerintah daerah maupun secara mandiri," kata Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said di Balikpapan, Minggu.
Musazdin menegaskan Bulog tidak sekadar memantau pergerakan harga, melainkan langsung menambah pasokan ke pasar dan ritel modern ketika terjadi peningkatan permintaan atau penurunan pasokan di tingkat pedagang.
Langkah ini dilakukan agar harga beras di tingkat konsumen tetap terjaga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Untuk mendukung kelancaran intervensi tersebut, Bulog Kaltimtara saat ini masih menguasai cadangan pangan yang mumpuni, terdiri atas 15.129 ton beras medium dan 427 ton beras komersial yang tersebar di gudang-gudang wilayah Kaltim dan Kaltara.
"Stok tersebut menjadi modal penting bagi kami untuk memperkuat intervensi ketika terjadi gejolak harga atau lonjakan permintaan sewaktu-waktu," jelasnya.
Selain mengandalkan operasi pasar berskala besar, Bulog juga memperluas jangkauan distribusi melalui jaringan pengecer pangan berbasis masyarakat.
Di Balikpapan, Bulog telah mengoptimalkan peran sekitar 427 jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) agar komoditas beras dapat diakses masyarakat dengan jarak yang lebih dekat.
Lebih lanjut, Musazdin mengatakan Bulog Kaltimtara juga bersinergi dengan pemerintah setempat melalui pemetaan jadwal operasi pasar yang sistematis.
Kegiatan operasi pasar pada hari Sabtu, Minggu, dan Selasa dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan setempat.
Sementara untuk hari Rabu dan Kamis, penyaluran beras dilakukan langsung ke tingkat kelurahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Menurut Musazdin, pola distribusi berkala ini sengaja dirancang agar intervensi pasokan pangan tidak menumpuk di satu lokasi saja, melainkan mampu menjangkau konsumen akhir secara merata.
Dengan total penyaluran yang masif serta ketahanan stok yang ada, Bulog Kaltimtara optimistis dapat terus mengawal stabilitas pasokan dan meredam potensi gejolak harga pangan di seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara sesuai ketentuan pemerintah.
Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.