Jakarta -
Makanan fermentasi tak hanya baik untuk pencernaan. Konsumsi yogurt, kimchi, hingga tempe disebut ahli gizi dapat mendukung kesehatan otak dan fungsi kognitif.
Hubungan antara kesehatan usus dan otak ternyata cukup erat. Kondisi pencernaan dapat berkaitan dengan suasana hati, kemampuan mengingat, hingga fungsi kognitif.
Hubungan dua arah ini dikenal sebagai gut-brain axis, yakni komunikasi antara otak dan saluran pencernaan melalui berbagai jalur. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan keduanya adalah memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan fermentasi menjadi salah satu pilihan karena mengandung bakteri baik yang dapat mendukung keseimbangan mikrobioma usus. Sejumlah makanan fermentasi juga disebut berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak.
Dilansir dari Eating Well (08/08/2026), berikut enam makanan fermentasi yang direkomendasikan ahli diet untuk mendukung kesehatan otak.
1. Yogurt
Yogurt. Foto: iStock
Yogurt termasuk makanan fermentasi yang mudah ditemukan dan bisa dikonsumsi dalam berbagai cara. Makanan ini mengandung probiotik atau bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan mikrobioma usus.
Ahli gizi Amy Kimberlain, RDN, CDCES, menjelaskan bahwa yogurt dapat mendukung kesehatan otak karena membantu menjaga mikrobioma usus, mendukung produksi neurotransmiter, mengurangi peradangan, serta menyediakan nutrisi penting untuk fungsi otak.
Katherine Brooking, M.S., RD, juga menyebut yogurt sebagai pilihan praktis. Ia biasa menyantap yogurt Yunani dengan madu. Kombinasi tersebut dalam penelitian disebut dapat membantu meningkatkan bakteri baik di dalam usus.
2. Kimchi
Ilustrasi kimchi Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak
Populer sebagai makanan pendamping, kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang dibuat dari sayuran seperti kol dan wortel, kemudian dibumbui dengan bawang putih serta jahe.
Selain memiliki rasa khas, kimchi mengandung probiotik yang mendukung kesehatan usus dan otak. Sejumlah penelitian menunjukkan probiotik tertentu dalam kimchi berpotensi membantu meningkatkan fungsi kognitif dan memberikan efek perlindungan terhadap saraf.
Efek tersebut bahkan dikaitkan dengan kemungkinan menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk Alzheimer dan demensia, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Kimchi juga mengandung vitamin K yang dikaitkan dengan kesehatan otak serta vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan membantu melindungi sel dari kerusakan.
3. Kombucha
Kombucha Foto: iStock
Sempat jadi tren minuman kesehatan, kombucha merupakan minuman teh fermentasi dengan sensasi berkarbonasi yang menyegarkan. Minuman ini mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma sekaligus menambah keragaman bakteri yang mendukung kesehatan.
"Usus yang seimbang dapat mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan mental, sehingga dapat membantu orang yang sedang menghadapi kondisi seperti kecemasan dan depresi." jelas Amy Kimberlain.
Kombucha juga kaya polifenol. Senyawa tersebut disebut dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan mencegah sejumlah penyakit, termasuk penyakit neurodegeneratif.
Kombucha dapat diminum langsung sebagai pilihan minuman tanpa alkohol atau digunakan sebagai bahan dalam berbagai kreasi minuman.
4. Miso
Fresh miso soup in bowl with tofu and mixed vegetables Foto: Getty Images/iStockphoto/zoranm
Selanjutnya, ada miso yang merupakan pasta kental dibuat dari fermentasi kedelai dan banyak digunakan dalam masakan Jepang, termasuk sup, saus, maupun hidangan utama.
Rasanya gurih dengan karakter umami yang kuat. Selain memberikan cita rasa, miso mengandung probiotik yang berpotensi mendukung kesehatan otak.
Penelitian menunjukkan konsumsi makanan berbahan kedelai, termasuk miso, berkaitan dengan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah serta performa kognitif yang lebih baik.
Katherine Brooking menjelaskan bahwa miso juga mengandung folat, niasin, dan kolin yang dapat mendukung fungsi kognitif. Kandungan isoflavonnya juga disebut berpotensi membantu mengurangi peradangan di otak dan tubuh.
5. Tempe
Tempe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Berlind Prs
Tempe merupakan makanan fermentasi berbahan dasar kedelai utuh yang dikenal sebagai sumber protein nabati lengkap. Selain kaya protein, tempe juga mengandung probiotik yang dapat mendukung kesehatan usus dan otak.
"Penelitian yang sedang berkembang menunjukkan bahwa makanan fermentasi dapat memberikan manfaat bagi gut-brain axis dan berpotensi meningkatkan daya ingat, fungsi kognitif, kecemasan, serta depresi." ungkap Katherine Brooking.
Ia juga menjelaskan bahwa tempe mengandung senyawa bioaktif, seperti asetilkolin, yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap fungsi memori. Dengan tekstur padat dan rasa gurih khas kacang, tempe juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan.
6. Kefir
Rustic products: homemade fermented milk kefir (sour cream) in a wooden spoon and clay bowl, some brown eggs and biscuit sticks on linen cloth. Rustic natural organic food Foto: iStock
Kefir merupakan minuman fermentasi yang dapat dibuat dari susu atau air dan kaya akan kultur probiotik hidup. Teksturnya cukup kental dan dapat diminum langsung atau dicampurkan ke dalam smoothie.
Salah satu penelitian yang dikutip ahli diet Amy Kimberlain mengamati pengaruh konsumsi kefir terhadap kemampuan mengingat pada orang dewasa.
Peserta yang mengonsumsi satu cangkir kefir setiap hari selama empat minggu menunjukkan peningkatan dalam memori relasional, yaitu kemampuan mengingat dan menghubungkan informasi mengenai orang, tempat, peristiwa, dan benda.
Konsumsi kefir juga meningkatkan jumlah Lactobacillus di dalam usus. Kefir dapat diminum langsung atau ditambahkan ke overnight oats, smoothie, saus salad, dan sup.
Halaman 2 dari 2
(sob/adr)