Bukan Cuma Narkoba, Semua Bandar di Kampung Bahari Punya Senpi untuk Lawan Polisi

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Jakarta, VIVA – Jaringan bandar narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ternyata tak hanya mengandalkan narkoba untuk menjalankan bisnis ilegalnya.

Baca Juga

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap para bandar besar di kawasan tersebut menyiapkan senjata api ilegal untuk menghadapi petugas. Mereka semua diduga memiliki senjata api.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardy Siahaan mengatakan, senjata tersebut disiapkan sebagai antisipasi jika aparat melakukan operasi penindakan di kawasan Kampung Bahari.

Baca Juga

"Para bandar besar di Kampung Bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata sejata secara ilegal untuk melawan petugas dan mengkondisikan perlawanan kepada aparat jika dilakukan operasi di Kampung Bahari," kata Roy kepada wartawan, Jumat, 14 Agustus 2026.

Temuan itu terungkap setelah BNN menangkap MR alias Bos Gendut, salah satu gembong narkoba yang disebut beroperasi di Kampung Bahari. MR ditangkap di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Baca Juga

Dari pemeriksaan terhadap MR, petugas mendapatkan informasi mengenai barang bukti yang masih tersimpan di rumahnya. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi BNN untuk melakukan penggeledahan bersama Brimob Polda Metro Jaya.

"Berdasarkan keterangan bos G di rumahnya masih ada narkoba jenis sabu 1 kg, ekstasi, vape, uang tunai dan senjata glock. Akhirnyanya tim BNN RI melakukan penggeledahan rumah dengan bantuan Brimob Polda Metro Jaya," ucap Roy.

Penggeledahan kemudian diperluas. BNN turut menyasar rumah dua bandar besar lainnya yang disebut masih menjalankan aktivitas peredaran narkoba di Kampung Bahari.

"Tim juga melakukan penggeledahan ke rumah bandar besar Kampung Bahari yaitu Arif als Lopes dan Kimmul. Berdasarkan informasinya mereka semua memiliki senjata api," ucap Roy.

Tak hanya mempersiapkan senjata api, para bandar tersebut juga disebut menyiapkan loyalis untuk menghadang petugas ketika operasi berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menggunakan anak-anak dan loyalis dengan petasan kembang api dan melempar batu dari rel kereta api," katanya.

Kondisi tersebut membuat operasi penindakan di Kampung Bahari menghadapi tantangan tersendiri. BNN sebelumnya memang sempat mendapat perlawanan saat melakukan penggerebekan di kawasan tersebut pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Halaman Selanjutnya

Dalam operasi itu, seorang anggota Polri dilaporkan mengalami luka di bagian bawah mata akibat perlawanan.