Bukan Cuma Dehidrasi, Ini Bahaya Kurang Minum Bagi Tubuh

calendar_today 19.07.2026 - person  - timer ~

Daftar Isi

Jakarta -

Minum air putih mungkin terdengar sebagai kebiasaan sederhana. Padahal, kebutuhan cairan yang tercukupi berperan penting menjaga hampir seluruh fungsi tubuh tetap berjalan optimal. Air membantu mengatur suhu tubuh, mengangkut zat gizi, melancarkan sirkulasi darah, hingga mendukung kerja otak dan ginjal.

Sayangnya, masih banyak yang baru minum ketika rasa haus muncul. Padahal, rasa haus bukan selalu menjadi tanda pertama tubuh mulai kekurangan cairan. Dalam beberapa kondisi, dehidrasi ringan sudah terjadi meski belum muncul rasa haus yang jelas.

Jika kebiasaan kurang minum terus berlangsung, dampaknya tidak hanya berupa dehidrasi. Berikut bahaya kurang minum bagi tubuh:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi Gampang Lelah dan Stres

Kurang minum dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres. Hal ini dibuktikan dalam penelitian dari Liverpool John Moores University yang melibatkan peserta dengan jumlah konsumsi air berbeda.

Dalam penelitian tersebut, peserta yang hanya mengonsumsi sekitar 1,5 liter air per hari menjalani simulasi wawancara kerja dan tes berhitung yang dirancang untuk memicu stres. Hasilnya menunjukkan kadar hormon kortisol meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok yang minum sesuai anjuran.

Kortisol dikenal sebagai hormon stres. Jika kadarnya terus meningkat saat menghadapi tekanan, kondisi tersebut dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan kesehatan mental.

Selain itu, tubuh juga lebih mudah terasa lemas karena volume darah dapat menurun ketika kekurangan cairan. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Otak merupakan salah satu organ yang sangat bergantung pada kecukupan cairan. Saat tubuh kekurangan air, aliran darah menuju otak dapat berkurang sehingga fungsi kognitif ikut menurun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics pada 2021 juga menyebutkan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk kemampuan untuk fokus.

Selain sulit berkonsentrasi, kekurangan cairan juga dapat memicu beberapa keluhan lain, seperti:

  • Sakit kepala atau pusing
  • Mudah lelah
  • Mengantuk
  • Sulit mengingat informasi
  • Suasana hati lebih mudah berubah

Keluhan tersebut dapat membuat aktivitas sehari hari terasa lebih berat, terutama saat bekerja atau belajar.

Meningkatkan Risiko Gangguan Ginjal

Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk menyaring zat sisa metabolisme dan membuangnya melalui urine.

Saat asupan air kurang, volume urine menjadi lebih sedikit dan lebih pekat. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, risiko terbentuknya batu ginjal maupun infeksi saluran kemih dapat meningkat karena zat sisa metabolisme dan mineral lebih mudah mengendap di saluran kemih.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2020 juga menunjukkan bahwa warna urine memiliki hubungan yang kuat dengan status hidrasi tubuh. Saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi zat sisa dalam urine meningkat sehingga warnanya menjadi lebih gelap.

Beberapa tanda yang dapat muncul ketika tubuh mulai kekurangan cairan antara lain:

  • Warna urine menjadi lebih gelap
  • Frekuensi buang air kecil berkurang
  • Urine berbau lebih menyengat

Bibir Kering dan Kulit Kusam

Kurang minum juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Saat tubuh kekurangan cairan, lapisan pelindung kulit tidak dapat bekerja secara optimal sehingga kelembapan kulit berkurang. Akibatnya, kulit terasa lebih kering, tampak kusam, dan bibir lebih mudah pecah pecah.

Meski perubahan ini umumnya tidak terjadi dalam waktu singkat, kekurangan cairan yang berlangsung terus menerus dapat membuat kulit kehilangan elastisitas dan terasa lebih kasar. Menjaga asupan cairan yang cukup menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit, di samping pola makan bergizi dan perawatan kulit yang tepat.

Berapa Banyak Air yang Sebaiknya Diminum?

Kebutuhan cairan setiap individu dapat berbeda, tergantung usia, aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan. Namun secara umum, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 1,5 hingga 2 liter cairan atau setara enam sampai delapan gelas air setiap hari. Kebutuhan ini dapat meningkat saat cuaca panas, setelah berolahraga, ketika sedang sakit, maupun pada ibu hamil dan menyusui.

Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, biasakan minum air putih secara berkala tanpa menunggu rasa haus muncul. Menyediakan air minum di meja kerja, membawa botol minum saat beraktivitas, atau minum air setiap selesai makan dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

(mal/kna)