Bukalapak Beri Modal dan Pendampingan bagi UMKM Lewat Program PUJAAN

calendar_today 27.10.2026 - person  - timer ~

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukalapak.com Tbk memperkuat literasi keuangan dan digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Pelaku Usaha Jagoan Pencari Cuan (PUJAAN) Vol. 5. Program ini memberikan edukasi bisnis sekaligus akses permodalan untuk mendukung pengembangan usaha.

Puncak penganugerahan Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5 digelar di Jakarta, Selasa (27/10/2026), dalam rangka menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dan dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam.

Mengusung tema “Jagoan Buka Peluang”, program ini membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, dan keamanan siber. Edukasi tersebut dinilai penting di tengah semakin luasnya akses layanan keuangan digital yang juga diikuti risiko penipuan daring dan pinjaman online ilegal.

Plt. Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk, Natalia Firmansyah, mengatakan PUJAAN merupakan bagian dari komitmen BUKA Group untuk membuka akses pengetahuan, jejaring, dan peluang pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

“Bagi kami, PUJAAN bukan sekadar kompetisi untuk mendapatkan modal usaha. PUJAAN adalah bagian dari komitmen kami untuk membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha agar dapat terus belajar, berkembang, dan menemukan peluang baru,” ujar Natalia.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyambut baik penyelenggaraan program tersebut karena mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keuangan.

Dia menekankan pentingnya pendidikan dan sosialisasi agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengelola keuangan secara bijak, serta menghindari penipuan digital.

Menurut Dyah Roro Esti, kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diperlukan untuk memperluas edukasi dan pendampingan bagi UMKM agar mereka dapat memanfaatkan peluang digital dengan lebih aman.

Senada, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menilai pemanfaatan teknologi perlu diiringi kemampuan menciptakan nilai tambah dan mengelola keuntungan secara produktif.

“Kami mendorong para pelaku UMKM agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan,” kata Neil.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5 terbuka bagi UMKM perempuan mitra Bukalapak serta pelaku UMKM laki-laki dan perempuan di bawah binaan itemku. Perluasan peserta ini menjadi bagian dari upaya Bukalapak memperluas jangkauan pemberdayaan usaha, dengan pemberdayaan perempuan tetap menjadi salah satu fokus program.

Rangkaian kegiatan tidak hanya mencakup kompetisi untuk memperoleh modal usaha, tetapi juga webinar dan mentoring bagi para finalis. Materi pendampingan meliputi literasi keuangan dan perlindungan konsumen bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengelolaan keuangan usaha, serta kesehatan keluarga.

Sesi tersebut menghadirkan Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Triyuliani; Direktur NFC Revenu Charles Gultom; Business Operation Manager BUKA Group Yonarisa Prahesti; serta dokter spesialis paru dan pernapasan RS EMC Alam Sutera dan RS EMC Tangerang, dr. Salva Badjarad, Sp.P.

Pemenang PUJAAN Vol. 5

Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5 menghasilkan pemenang dari dua kategori, yakni Mitra Bukalapak dan itemku. Pada kategori Mitra Bukalapak, Fatmah dari Banjarmasin meraih juara pertama, disusul Lusi Widianingrum dari Kuningan sebagai juara kedua dan Nazhikhatun dari Tegal sebagai juara ketiga. Sementara itu, Ahmad Prasetio dari Jakarta meraih gelar Juara Influencer.

Pada kategori itemku, William Fredick Wijaya dari Pekanbaru meraih juara pertama, diikuti Nenza Nurfirmansyah dari Cimahi sebagai juara kedua dan Maulana Ibrahim Ramadhan dari Bekasi sebagai juara ketiga.

William mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya memberinya dukungan modal, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan bisnis produk digital dan gim.

“Puji Tuhan, saya bisa menjadi juara di kompetisi ini. Selain mendapatkan modal usaha, saya juga memperoleh ilmu yang dapat saya terapkan untuk mengembangkan bisnis produk digital dan gim ke depannya,” ujar William.

Fatmah juga berencana menerapkan pengetahuan yang diperolehnya selama mengikuti PUJAAN untuk mendukung pengelolaan usaha sehari-hari.

Para pemenang memperoleh dukungan berupa dana usaha dan produk investasi dari BMoney, serta voucher medis dari EMC Healthcare. Melalui kombinasi akses permodalan dan edukasi, Bukalapak berharap PUJAAN dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara berkelanjutan.