Aceh Tengah gerak cepat tangani longsor susulan

calendar_today 17.09.2026 - person  - timer ~

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, mempercepat penanganan tanah longsor susulan di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Pembersihan material, pembukaan jalur evakuasi, dan penyaluran logistik menjadi prioritas, sementara kerusakan baru mulai didata untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

Juru Bicara Pemkab Aceh Tengah Mustafa Kamal mengatakan pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi teknis telah turun ke lokasi untuk melakukan tanggap darurat serta kaji cepat.

“Langkah tanggap darurat yang telah dan terus dilakukan adalah membersihkan material longsor, serta penyiapan jalur evakuasi dan logistik bagi warga terdampak. Penanganan tersebut tetap menjadi prioritas utama di lapangan,” kata Mustafa, Selasa (15/9/2026).

Longsor yang dipicu hujan lebat pada Minggu (13/9/2026) sempat melumpuhkan akses transportasi. Material menutup badan Jalan Takengon–Bintang di kawasan Pagar Merah serta Jalan Pepalang–Berawang Gading di sekitar Kampung Kuyun. Bencana itu juga merusak sebuah jembatan Armco dan empat rumah warga di Kampung Sanehen.

Peristiwa itu menimbulkan 1 korban meninggal dunia dan 13 warga mengalami luka-luka. Keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, dan pemulihan akses menjadi perhatian utama selama penanganan darurat berlangsung.

Mustafa menjelaskan, seluruh dampak bencana susulan akan didokumentasikan dan diperiksa secara menyeluruh. Pendataan meliputi kerusakan rumah, jalan, jembatan, serta kebutuhan masyarakat yang timbul setelah kejadian.

“Setiap dampak dari bencana susulan pascabanjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 tentu akan didokumentasikan dan diverifikasi secara komprehensif,” ujarnya.

Apabila memenuhi kriteria dan persyaratan teknis, kerusakan tersebut akan diusulkan dalam skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, baik melalui anggaran penanganan lanjutan maupun mekanisme pengusulan kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi. Langkah itu diperlukan agar dampak bencana terbaru dapat diselaraskan dengan program pemulihan yang telah berjalan.

Pemkab Aceh Tengah menegaskan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini tetap dilaksanakan berdasarkan asesmen dampak bencana akhir November 2025. Penambahan kerusakan baru memerlukan kaji cepat dan verifikasi agar tidak mengganggu program yang sedang berjalan serta dapat ditangani berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensinya.

Aceh Tengah telah memiliki Dokumen Kajian Risiko Bencana 2025–2029 sebagai dasar perencanaan kebencanaan dan pengurangan risiko. Dokumen tersebut memuat karakteristik wilayah, potensi bahaya, tingkat kerentanan, serta kapasitas daerah yang menjadi rujukan pemangku kepentingan dalam menyiapkan mitigasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Aceh Tengah Iwan Ilham Abadi mengatakan Kampung Sanehen juga termasuk kawasan yang terdampak bencana pada akhir November 2025. 

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan berbukit dan rawan longsor, meningkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas.