Bagikan:
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional mengembangkan alat untuk mendeteksi tanda-tanda makanan mulai membusuk dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Alat bernama Food Guard itu ditempatkan pada ompreng atau wadah makanan. Perangkat tersebut menggunakan sejumlah sensor dan kecerdasan artifisial untuk membaca gas yang muncul ketika makanan mulai rusak.
Kepala BRIN Arif Satria memperkenalkan teknologi itu saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 6 Agustus.
“Salah satu contohnya adalah Food Guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan menggunakan multisensor dan model AI,” kata Arif.
Multisensor adalah gabungan beberapa alat pendeteksi yang bekerja membaca kondisi makanan. Data dari sensor kemudian dianalisis menggunakan model AI untuk mengenali tanda pembusukan.
Food Guard menjadi bagian dari inovasi BRIN untuk mendukung rantai program MBG. Riset yang dikembangkan mencakup bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem pemantauan berbasis AI.
Namun, Arif belum menjelaskan tingkat ketepatan Food Guard, lama waktu deteksi, harga perangkat, maupun kapan alat tersebut mulai digunakan dalam pelaksanaan program MBG.
BRIN juga belum memerinci apakah Food Guard akan dipasang pada seluruh ompreng atau hanya digunakan sebagai alat pemeriksaan di dapur dan titik distribusi.
Teknologi tersebut penting karena makanan dalam program MBG melewati proses memasak, pengemasan, pengangkutan, dan pembagian. Perubahan suhu dan waktu distribusi dapat memengaruhi kondisi makanan sebelum sampai kepada penerima.
Arif mengatakan berbagai hasil riset BRIN harus dipertemukan dengan kebutuhan pemerintah, industri, dan masyarakat. Tujuannya agar teknologi tidak berhenti sebagai prototipe di laboratorium, tetapi benar-benar digunakan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+