BRIN lakukan penelitian dampak regulasi kadar nikotin dan tar di Temanggung

calendar_today 02.09.2026 - person  - timer ~

BRIN lakukan penelitian dampak regulasi kadar nikotin dan tar di Temanggung

Rabu, 2 September 2026 16:12 WIB

Image Print

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Djajadi ketika menjawab pertanyaan wartawan di Temanggung, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan penelitian mengenai dampak regulasi penetapan kadar nikotin dan tar pada asap rokok terhadap petani tembakau, industri rokok, hingga konsumen di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Djajadi di Temanggung, Rabu, mengatakan penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai dampak yang kemungkinan terjadi apabila regulasi terkait batas kadar nikotin dan tar tersebut diberlakukan, baik dari aspek ekonomi maupun sosial.

"Kami melakukan survei terhadap petani tembakau, terutama tembakau-tembakau di sentra yang dibutuhkan oleh industri rokok kretek. Kemudian, kami juga melakukan survei terhadap industri rokok dan perokok sebagai konsumen rokok. Semuanya terkait dengan dampak dari regulasi ini," katanya.

Ia menjelaskan penelitian tersebut bertujuan mendalami kondisi di lapangan apabila regulasi diterapkan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian penelitian adalah Kabupaten Temanggung, yang dikenal memiliki peran penting dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat melalui komoditas tembakau.

Di Temanggung, katanya, tim peneliti BRIN melakukan wawancara untuk menggali informasi mengenai peran tembakau, khususnya terhadap aspek ekonomi dan sosial masyarakat. Hasil wawancara dan survei tersebut selanjutnya akan dihimpun dalam laporan penelitian.

Ia mengatakan penelitian telah dimulai sejak Juni 2026. Kunjungan ke Temanggung menjadi bagian dari rangkaian penelitian yang juga dilakukan terhadap industri rokok dan konsumen.

"Kami ingin mendalami kalau regulasi itu diberlakukan, dampak yang terjadi seperti apa, baik dalam aspek ekonomi maupun sosial," katanya.

Ia menuturkan dari data sementara yang telah dikumpulkan, kekhasan rokok kretek menjadi salah satu aspek yang berpotensi terdampak langsung apabila regulasi tersebut diterapkan.

Rokok kretek, kata dia, memiliki karakteristik khas karena menggunakan campuran tembakau dan cengkeh. Produk tersebut juga menjadi salah satu ciri khas industri hasil tembakau di Indonesia.

"Kesimpulan sementara dari data yang kami kumpulkan bahwa regulasi ini yang akan terdampak langsung adalah kekhasan rokok kretek kita. Rokok kretek kita merupakan rokok yang diproduksi di Indonesia, yaitu campuran tembakau dan cengkeh," katanya.

Baca juga: Harga tembakau di Temanggung tembus hingga Rp350 ribu/kg

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.