BRIN Jawab Kekhawatiran Kebocoran Data dalam Proyek Satelit Lampung-1

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan keamanan data dalam proyek satelit Lampung-1 tetap berada di bawah otoritas Indonesia.

Baca Juga

Penegasan itu disampaikan Kepala BRIN Arif Satria menyusul adanya kekhawatiran kebocoran data karena proyek tersebut melibatkan kerja sama Indonesia dengan China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang Pemerintah Lampung dan juga berbagai pemegang otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN. BRIN termasuk yang terlibat dalam proses itu, dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Baca Juga

Arif menegaskan seluruh pengelolaan dan penyimpanan data yang berkaitan dengan kepentingan Indonesia akan berada di bawah kewenangan BRIN.

"Tetapi yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman," ujarnya.

Baca Juga

Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.

"Nah tetapi yang paling penting lagi kita Insyaallah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN NEO-1 itu produksi BRIN sendiri, pabriknya ada di Bogor. Segera kita akan launching awal 2027," katanya.

Diketahui, perusahaan antariksa komersial China, STAR.VISION, berhasil meluncurkan satelit oriental smart eye (OSE) Hyperspectral-01 dan Hyperspectral-02 ke orbit yang telah ditentukan pada Rabu pagi 5 Agustus  menggunakan roket pengangkut Jielong-3 Y12 dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China timur, sekaligus merampungkan misi peluncuran tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satelit OSE Hyperspectral-01 dikembangkan bersama oleh STAR.VISION, Universitas Wuhan, dan sejumlah institusi terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung, Indonesia.

Satelit yang diberi nama "Lampung-1" oleh pihak Indonesia ini mengemban misi kerja sama Indonesia-China di bidang aplikasi penginderaan jauh, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan pengembangan kapasitas antariksa. (Ant)

Kepala BRIN, Arif Satria

BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

Kepala BRIN Arief Satria menyebut teknologi ANG yang dikembangkan lembaga tersebut berpotensi menghemat beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

VIVA.co.id

6 Agustus 2026