Brasil menolak kanan jauh

calendar_today 26.10.2026 - person  - timer ~

Kemenangan itu memberi pesan kepada dunia bahwa Brasil tetap menjadi benteng pertahanan melawan kebangkitan kanan ekstrem di berbagai belahan dunia.

Jakarta (ANTARA) - Sebelum Luiz Inacio Lula da Silva dari Partai Pekerja (PT) dinyatakan memenangkan Pemilu Brasil pada 25 Oktober, perhatian dunia sudah terfokus ke negara di Amerika Selatan itu.

Perhatian itu terutama berkaitan dengan pertanyaan "apakah Brasil juga akan jatuh ke pelukan kanan jauh (far-right) seperti belakangan terjadi di Amerika dan Eropa?"

Pertanyaan ini diajukan karena ada tren sejak 2024, negara demi negara jatuh ke pelukan politisi dan partai kanan jauh.

Kanan jauh adalah posisi politik yang berada di ujung paling kanan spektrum politik kiri-kanan. Kebalikannya adalah kiri jauh (far-left).

Jika "kanan" meyakini peran pemerintah harus dibatasi, maka "kiri" justru menginginkan pemerintah berperan besar dalam kehidupan masyarakat. Jika "kanan" mendukung gagasan kekuasaan yang terkonsentrasi, maka "kiri" justru merangkul gagasan pembagian kekuasaan politik. Jika kanan disebut konservatif, maka kiri disebut liberal.

"Kanan" cenderung menurunkan pajak kepada si kaya, melonggarkan regulasi bisnis, dan meyakini kompetisi swasta akan meningkatkan pelayanan publik. Sebaliknya, "kiri" cenderung menaikkan pajak untuk si kaya demi mendanai kesejahteraan sosial, serta memperketat regulasi usaha dari pemerintah.

Kira-kira itulah pengertian umum mengenai "kanan" dan "kiri" dalam spektrum politik.

Nah, banyak orang beranggapan bahwa dunia tengah bergerak ke kanan jauh, dengan menunjuk perkembangan politik di Amerika dan Eropa dalam hampir dua tahun ini, di mana partai politik dan politisi kanan-jauh sukses memenangkan pemilu.

Dalam hampir setahun ini saja, dari April 2025 sampai Juni 2026, lima negara di benua Amerika, yakni Ekuador, Bolivia, Honduras, Chile dan Kolombia, beralih ke kanan. Sementara negara yang sudah merangkul spektrum kanan seperti Peru, Argentina dan El Salvador semakin jauh ke kanan.

Di Eropa keadaannya tak begitu beda. Kanan jauh juga tengah menguat dan yang paling mencolok dari semua itu adalah kemenangan partai Alternatif Jerman (AfD) dalam Pilkada di negara bagian Saxony-Anhalt.

Namun ada juga pemerintahan kanan jauh yang jatuh, salah satunya Viktor Orban dari koalisi kanan jauh Fideszz-KDNP, yang tumbang dari jabatan perdana menteri Hungaria setelah dikalahkan Partai Tisza yang juga berspektrum kanan.

Baca juga: Lula menangi pilpres Brasil di putaran kedua, kalahkan Bolsonaro

Baca juga: Terpilih kembali, Lula berjanji memimpin seluruh rakyat Brasil

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.