BPS:sebut El Nino dan Karhutla picu kenaikan harga pangan di Nabire - ANTARA News Papua Tengah

calendar_today 01.10.2026 - person  - timer ~

Nabire (ANTARA) - Fenomena El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menekan produksi pangan sehingga memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada September 2026.

Kepala BPS Nabire Dio Ginting di Nabire, Kamis, mengatakan kemarau dan El Nino berisiko menurunkan produksi pertanian, terutama sayuran, sehingga pasokan komoditas tersebut di pasar ikut berkurang.

“Kondisi tersebut diperparah kabut asap akibat karhutla yang berlangsung selama beberapa hari. Berkurangnya paparan sinar matahari akibat asap menghambat pertumbuhan tanaman dan berdampak terhadap produksi pangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tekanan pasokan pangan tercermin dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 5,25 persen pada September dengan memberikan andil 2,44 persen terhadap inflasi bulanan Nabire.

Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 1,94 persen, disusul cabai merah 0,24 persen, buah pinang 0,12 persen, dan bayam 0,11 persen.

Ia menjelaskan kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, buah pinang, dan bayam dipengaruhi El Nino yang belum berakhir, krisis air, serta dampak kabut asap akibat karhutla.

“Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan tanaman sehingga produksi sejumlah komoditas pangan menurun dan pasokannya di pasar Nabire ikut tertekan,” katanya.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Bawang merah memberikan andil deflasi 0,09 persen, angkutan udara 0,08 persen, bawang putih 0,06 persen, tahu mentah 0,04 persen, dan wortel 0,03 persen.

Secara bulanan, Kabupaten Nabire mengalami inflasi sebesar 2,82 persen pada September 2026. Indeks Harga Konsumen meningkat dari 116,61 pada Agustus menjadi 119,90 pada September.

Sementara itu, secara tahunan, inflasi Nabire pada September 2026 mencapai 6,16 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi tahunan tertinggi dengan tingkat inflasi 9,78 persen dan andil 1,08 persen.

Lima komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan yakni cabai rawit 1,62 persen, cabai merah 0,45 persen, daging babi 0,32 persen, bensin 0,29 persen, dan kangkung 0,27 persen.

BPS juga mencatat karhutla di Nabire terjadi sebanyak 23 kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 67,95 hektare dan menyebabkan lebih dari 1.052 tanaman sawit muda rusak.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.