Nabire (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire meningkatkan literasi statistik aparatur kelurahan melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026, guna memperkuat kualitas pengelolaan data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kepala BPS Kabupaten Nabire Dio Benuvin Ginting di Nabire, Selasa, mengatakan peningkatan literasi statistik menjadi bagian penting untuk membangun kemampuan pemerintah kelurahan mengelola data secara mandiri, terstandar, dan berkelanjutan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.
"Program Desa Cantik lahir dari amanah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, sehingga desa dan kelurahan mampu mengelola data yang berkualitas," katanya.
Dio menjelaskan, sejak 2022 hingga 2025 BPS telah membina lebih dari 2.430 desa dan kelurahan di Indonesia.
Di Kabupaten Nabire tahun ini, BPS melakukan pembinaan di Kelurahan Girimulyo setelah tahun-tahun sebelumnya melakukan pembinaan di Kampung Bumi Raya, Kampung Wadio, Kampung Kalisemen, dan Kelurahan Morgo.
Menurut dia, Program Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik aparatur dan masyarakat, standarisasi pengelolaan data, mengoptimalkan pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan, serta membentuk Agen Statistik yang mampu mengelola data secara berkelanjutan di tingkat kelurahan.
Dio mengatakan peningkatan kapasitas pengelolaan data tersebut juga mendukung pelaksanaan agenda strategis nasional, termasuk penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penetapan penerima bantuan sosial.
Selain itu, lanjutnya, Program Desa Cantik turut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 melalui keterlibatan aparatur kelurahan, Agen Statistik, serta ketua RT dan RW yang memahami pentingnya penyediaan data berkualitas.
"Kami berharap masyarakat memahami bahwa memberikan data yang benar bukan ancaman, tetapi bagian dari memperjuangkan hak agar memperoleh program pemerintah yang sesuai dengan kondisi mereka," ujarnya.
Pembinaan Desa Cantik di Kelurahan Girimulyo berlangsung dalam tiga sesi, yakni literasi statistik melalui pengenalan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM), identifikasi kebutuhan kelurahan secara partisipatif, serta penyusunan produk data yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan.
Sementara itu, Lurah Girimulyo Fery Pattiruhu mengatakan data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.
"Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi kondisi riil masyarakat, menentukan prioritas pembangunan, mengevaluasi program yang telah dilaksanakan, serta menyusun kebijakan yang lebih efektif," katanya.
Ia berharap pendampingan BPS melalui Program Desa Cantik mampu meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengelola data sesuai standar statistik nasional sehingga sistem pengelolaan data di Kelurahan Girimulyo menjadi lebih terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai dasar pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.