BPS Maluku perkuat literasi statistik lewat program Berseri Edisi Spesial HSN 2026 - ANTARA News Ambon, Maluku

calendar_today 22.09.2026 - person  - timer ~

AMBON (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku memperkuat literasi statistik masyarakat melalui program Berseri Edisi Spesial Hari Statistik Nasional (HSN) dan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), dengan mendorong masyarakat memahami data secara utuh, kontekstual, dan relevan.

Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia di Ambon, Selasa, mengatakan "Berseri" merupakan inovasi pelayanan publik yang dirintis BPS Maluku sejak Januari 2023 untuk mendekatkan data statistik kepada masyarakat dan pengguna data melalui ruang dialog serta diskusi.

"Berseri tidak hanya menyampaikan angka statistik, tetapi juga membuka ruang untuk memahami data secara lebih utuh, kontekstual, dan mudah dimanfaatkan dalam melihat perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di Provinsi Maluku," katanya.

Maritje menjelaskan, penguatan literasi statistik penting agar masyarakat tidak sekadar mengetahui angka yang dirilis BPS, tetapi mampu memahami makna, konteks, dan keterkaitan data dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Menurut dia, "Berseri" menjadi ruang untuk membedah indikator-indikator strategis yang dirilis BPS, seperti perkembangan inflasi, tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan gender, sektor pertanian, hingga pariwisata.

Ia mengatakan data statistik dapat dibaca dari berbagai perspektif sehingga masyarakat dan pemangku kepentingan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap perkembangan Maluku.

"Data perlu dibaca dengan konteks yang tepat agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. Karena itu, kami ingin masyarakat semakin memahami bagaimana data dihasilkan dan bagaimana data tersebut digunakan," ujarnya.

Pada "Berseri" Edisi Spesial HSN dan SE2026 BPS Maluku mengangkat tema "Membangun literasi statistik" dengan topik "Antara data, persepsi dan realitas masyarakat".

Maritje mengatakan program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, lembaga riset, serta akademisi dalam membahas berbagai persoalan pembangunan di Maluku.

Kolaborasi itu, lanjutnya, diperlukan karena karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri, antara lain konektivitas antargugus pulau serta pengembangan potensi komoditas unggulan daerah.

"Data menjadi salah satu dasar untuk melihat persoalan dan potensi daerah. Dengan literasi statistik yang baik, data dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat," kata Maritje.

BPS Maluku berharap keberlanjutan program Berseri dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap statistik sekaligus mendorong pemanfaatan data sebagai bagian dari proses pembangunan di daerah.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.