Kamis, 23 Juli 2026 19:36 WIB
Ppenandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026) di Ruang Dekan FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. (ANTARA/HO-Humas BPKS Ketenagakerjaan Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, Jawa Tengah, bersinergi dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid Pekalongan terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi mahasiswa yang melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan Widhi Astri Aprillia Nia di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada mahasiswa yang menjalankan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di berbagai sekolah dan madrasah mitra.
Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa PLP diharapkan dapat menjalankan pengalaman aman dan nyaman ketika melaksanakan praktik pembelajaran di sekolah maupun madrasah.
Ia menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan serta mengapresiasi komitmen metodologi dalam memberikan perlindungan kepada mahasiswa yang menjalankan kegiatan praktik lapangan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Mahasiswa yang melaksanakan PLP juga memiliki aktivitas yang mengandung risiko sehingga sudah selayaknya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," katanya.
Ia berharap melalui kerja sama ini para mahasiswa dapat menjalankannya dengan lebih tenang karena memiliki perlindungan jika terjadi risiko kerja.
BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong cakupan perlindungan kepada seluruh pekerja maupun peserta yang melakukan aktivitas produktif termasuk pelajar yang sedang melakukan praktik lapangan.
Menurut dia, budaya sadar akan pentingnya jaminan sosial perlu dibangun sejak masa pendidikan agar menjadi bagian dari karakter generasi muda Indonesia.
Dekan FTIK UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof. Dr. Muhlisin menyampaikan bahwa perlindungan terhadap peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi.
Mahasiswa yang mengikuti PLP, kata dia, tidak hanya membawa nama pribadi tetapi juga menjadi representasi universitas ketika berada di sekolah dan madrasah.
"Program PLP merupakan wahana pembentukan calon guru profesional yang menuntut mahasiswa terjun langsung ke lapangan. Dalam proses tersebut tentu terdapat berbagai aktivitas yang memiliki potensi sehingga kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan mahasiswa memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Ia menegaskan kerja sama ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu layanan akademik dan penguatan tata kelola fakultas yang berorientasi pada pelayanan prima.
Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kualitas pembelajaran tetapi juga dari kemampuan institusi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terlindungi.
"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dengan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya untuk mahasiswa PLP tetapi juga berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa di masa mendatang. Keselamatan adalah investasi penting dalam mencetak guru masa depan yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi pada masyarakat," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.