BPJS Kesehatan capaian kepesertaan JKN di Kota Semarang capai 100.persen

calendar_today 30.07.2026 - person  - timer ~

BPJS Kesehatan capaian kepesertaan JKN di Kota Semarang capai 100.persen

Kamis, 30 Juli 2026 19:54 WIB

Image Print

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Debbie Nianta Musigiasari (ANTARA/I.C. Senjaya

Semarang (ANTARA) - BPJS Kesehatan mencatat cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah mencapai 100 persen.

"Hingga 1 Juli 2026 tercatat 1,7 juta penduduk Kota Semarang telah terdaftar sebagai peserta JKN," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari di Semarang, Kamis

Meski cakupan kesehatan semesta atau "Universal Health Coverage" (UHC) telah mencapai 100 persen, kata dia, keaktifan kepesertaan JKN di Kota Semarang harus ditingkatkan karena masih di angka 86,82.persen.

Adapun tingkat partisipasi JKN di Kabupaten Demak yang juga berada di lingkup kerja BPJS Kesehatan Cabang Semarang, lanjut dia, sudah mencapai 99,42 persen atau sebanyak 1,2 juta jiwa.

Capaian cakupan kepesertaan JKN Kota Semarang, kata dia, tidak terlepas dari berbagai pihak.

Menurut dia, BPJS Kesehatan juga memastikan kualitas layanan untuk memberikan kemudahan bagi para peserta JKN.

BPJS Kesehatan Cabang Semarang, kata dia, bekerja sama dengan 356 fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Selain itu, ia menyebut layanan kesehatan canggih juga diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit.

Ia menuturkan layanan tersebut meliputi kateterisasi jantung, kemoterapi, hingga radioterapi pada satu faskes agar peserta dapat memperoleh penanganan medis yang optimal tanpa harus menghadapi kendala akses maupun biaya.

Sejumlah rumah sakit yang menyediakan layanan canggih bagi peserta JKN antara lain RSI Sultan Agung, RS Hermina Pandanaran, RS Telogorejo, RSUD. Dr Adhyatma, RSUP dr. Kariadi, RS Elisabeth, RS KRMT Wongsonegoro dan RS Nasional Diponegoro.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.