Rabu, 19 Agustus 2026 16:51 WIB
Helikopter pengebom air saat beroperasi memadamkan karhutla di Sumsel. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menyiapkan tambahan satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah provinsi itu.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Rabu, mengatakan saat ini terdapat delapan unit helikopter yang mendukung penanganan karhutla, terdiri atas dua unit helikopter patroli dan enam unit helikopter water bombing.
Mengingat ekslasi karhutla di Sumsel terus meningkat, pihaknya akan mendapatkan tambahan satu unit helikopter dari BNPB.
Dengan tambahan satu unit tersebut, jumlah helikopter yang mendukung penanganan karhutla di Sumsel menjadi sembilan unit. Penambahan armada udara diperlukan untuk memperkuat operasi pemadaman, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim pemadam di darat.
Berdasarkan hasil patroli udara dan pemantauan tim darat pada 18 Agustus 2026, ditemukan 37 titik kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah Sumsel.
Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 11 titik, Ogan Ilir tujuh titik, Muara Enim lima titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur lima titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) empat titik, dan Palembang dua titik.
Pada hari yang sama, penambahan luas lahan terbakar tercatat sekitar 93,5 hektare. Satgas darat menangani sekitar 10 hektare, sementara operasi water bombing berhasil melakukan drop air pada sekitar tiga hektare lahan.
"Saat ini penanganan karhutla difokuskan di tiga wilayah kabupaten, yakni OKI, Muara Enim, dan Musi Banyuasin," jelasnya.
Di OKI, penanganan dilakukan di Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, dan Tanjung Lubuk. Kemudian, di Muara Enim berada di Kecamatan Gelumbang, sedangkan di Musi Banyuasin difokuskan di Kecamatan Bayung Lencir, Desa Muara Medak.
Operasi penanganan dilakukan secara terpadu melalui patroli darat dan udara, pemantauan sebaran titik panas atau hotspot, sosialisasi pencegahan, serta pemadaman oleh satgas gabungan.
BPBD Sumsel mencatat sejak 1 Januari hingga 18 Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.470 kejadian karhutla. BPBD Sumsel terus menyiagakan personel dan peralatan di wilayah yang mengalami karhutla serta memperkuat koordinasi untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026