BPBD Kaltim optimalkan posko darurat pantau sebaran titik panas - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 08.09.2026 - person  - timer ~

Samarinda (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengoptimalkan fungsi posko siaga darurat guna memantau secara presisi pengendalian titik panas (hotspot) dan mempercepat langkah koordinasi dalam menangani ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, di Samarinda, Selasa, mengatakan saat ini seluruh 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur telah resmi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla.

"Untuk merespons status kedaruratan tersebut, kami telah mendirikan posko utama yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas sektor yang terintegrasi dengan TNI, Polri, media, dan instansi terkait lainnya," ujar Nono, sapaan akrabnya. 

Selain mengoptimalkan posko utama, Nono menyebutkan BPBD Kaltim juga telah membuka posko pembantu khusus yang disiagakan di Bandara APT Pranoto Samarinda.

Posko pembantu itu memiliki peran untuk mendukung dan mengendalikan operasi pemadaman udara (water bombing) menggunakan satu unit helikopter perbantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  

Penguatan operasional posko ini didukung dengan pemantauan hotspot secara real-time memanfaatkan teknologi satelit dan sistem informasi deteksi dini seperti SIPONGI. Langkah taktis ini dinilai pihaknya krusial untuk mencegah meluasnya titik api, mengingat area yang hangus terbakar terus bertambah.

Berdasarkan rekapitulasi data BPBD Kaltim terhitung sejak Januari hingga 7 September 2026, total luas karhutla tercatat telah menembus angka 4.166,72 hektare. Kebakaran ini paling banyak melanda kawasan lahan non-hutan yang mencapai 2.732,42 hektare.  

Nono mengungkapkan penyebab dominan rentetan kebakaran ini diduga kuat akibat faktor manusia, mengingat metode pembakaran sering kali dijadikan jalan pintas yang murah untuk pembabatan lahan.

Melalui optimalisasi posko darurat ini, BPBD Kaltim memperkuat sinergi aktif dari berbagai elemen di lapangan untuk menekan dampak buruk kabut asap.

"Kami meminta para kepala desa, perusahaan, maupun masyarakat proaktif mengirimkan titik koordinat jika menemukan kejadian kebakaran, sehingga operasi pemadaman, baik yang dilakukan oleh satgas darat maupun lewat udara (water bombing), dapat dieksekusi secara cepat dan tepat sasaran," demikian Nono.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.