BPBD Gianyar beri pelatihan prajurit TNI evakuasi korban bencana - ANTARA News Bali

calendar_today 04.08.2026 - person  - timer ~

Gianyar, Bali (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar meningkatkan kapasitas prajurit TNI untuk melakukan evakuasi korban bencana.

“Melalui latihan ini kami berbagi pengalaman sekaligus memperkuat koordinasi dengan TNI agar semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ketika terjadi bencana,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta, di Gianyar, Selasa.

Pihaknya memberikan latihan penanganan evakuasi korban bencana kepada prajurit Yonif 741/Garuda Nusantara (GN) di Kompi Senapan B Yonif 741/GN.

Dalam kesempatan itu, BPBD memberikan materi sekaligus praktik lapangan mengenai pencarian dan pertolongan(SAR) dan evakuasi korban bencana. Melalui pembekalan tersebut, para prajurit dipersiapkan agar semakin siap menjalankan operasi kemanusiaan ketika bencana terjadi.

Tak hanya menerima teori, para peserta langsung dihadapkan pada berbagai simulasi yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan, mulai dari penanganan korban yang mengalami trauma, luka ringan, luka berat hingga patah tulang.

Kemudian evakuasi korban yang terjebak di atas pepohonan akibat tsunami, penyelamatan korban dari bangunan pascagempa, penanganan jenazah yang tertimbun reruntuhan, terapung di perairan, hingga tersangkut di kawasan hutan bakau (mangrove).

Di setiap skenario, para prajurit juga dibekali prosedur keselamatan bagi penolong, pelaksanaan triase korban, bantuan hidup dasar, penggunaan tandu, koordinasi antar-unsur penyelamat, serta penanganan jenazah secara profesional dan humanis.

Dibya Presasta menambahkan bahwa kemampuan pencarian, pertolongan, dan evakuasi merupakan bekal penting bagi seluruh personel yang berpotensi terlibat dalam operasi penanggulangan bencana.

"Keberhasilan operasi penyelamatan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga oleh ketepatan prosedur dan keselamatan personel,” ujarnya.

Latihan itu juga sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antara BPBD dan prajurit TNI dalam menghadapi beragam tantangan operasi kemanusiaan, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor, termasuk penanganan korban warga negara asing yang memerlukan koordinasi khusus.

“Harapannya seluruh unsur penanggulangan bencana memiliki kemampuan yang selaras sehingga mampu bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujar dia.

Pewarta: Redaksi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.