Dompu, NTB (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan di wilayah setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu Wan Muhtajun di Dompu, Senin, mengatakan dampak kekeringan akan terus meluas hingga puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026.
"Hingga awal Agustus, sebanyak 535 kepala keluarga (KK) di sejumlah wilayah telah terdampak krisis air bersih," ujarnya di Dompu, Senin.
Ia menyebutkan, Kecamatan Pajo menjadi wilayah paling terdampak sehingga pemerintah daerah mengintensifkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebagai langkah penanganan darurat.
"Yang paling kritis sekarang ini ada di Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Kami terus mengupayakan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebagai langkah darurat," kata Muhtajun.
Ia menjelaskan Desa Tembalae menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 320 KK yang tersebar di seluruh dusun.
Baca juga: NTB minta bantuan pusat bangun 106 sumur bor
Selain Desa Tembalae, BPBD mencatat sebanyak 40 KK terdampak di Desa Ranggo, 40 KK di Dusun Karaku Desa Manggenae, 45 KK di Kelurahan Kandai II, khususnya wilayah Ginte dan belakang terminal, 40 KK di Desa Baka Jaya, serta 50 KK di wilayah utara Kelurahan Nowa.
"Kondisi di lapangan masih kami data. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada September sehingga jumlah warga terdampak kemungkinan akan terus bertambah," terangnya.
BPBD juga menugaskan tim untuk melakukan pemantauan dan pendataan di Kecamatan Kilo, Manggelewa, Kempo, dan Pekat.
"Tim sedang bekerja di lapangan, tinggal kita menunggu laporan resminya," ujar Muhtajun.
Baca juga: Kekeringan di Dompu makin meluas, 535 KK telah terdampak
Ia menambahkan kondisi kekeringan di Kabupaten Dompu telah dilaporkan kepada Bupati Dompu, BPBD NTB, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
"BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat cuaca panas, seperti dehidrasi, batuk, dan pilek," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah, Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026