Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat guna mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla) selama musim kemarau yang terus meluas, dengan catatan empat hektare lahan terbakar selama satu pekan terakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Kamis, mengatakan sepanjang Juli ini kebakaran lahan yang ditangani sebanyak 14 kejadian di Kecamatan Cikalongkulon, Cilaku, Cibeber, Sindangbarang, Sukaluyu, Cianjur, dan Cugenang.
Luas lahan yang terbakar dari tujuh kecamatan tersebut, kata dia, mencapai 4.670 meter persegi, dimana sebagian besar penyebab kebakaran dari pembakaran sampah dan cuaca panas ekstrem
"Penanganan kebakaran lahan, kebun, dan padang rumput di pinggir jalan dapat ditangani dengan cepat oleh petugas gabungan, seperti Damkar, BPBD, Relawan Tangguh Bencana (Retana), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Cianjur," katanya.
Seiring tingginya kebakaran lahan di sejumlah kecamatan di Cianjur, pihaknya menggencarkan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggal dari kebakaran lahan dengan cara tidak membakar sampah sembarangan.
Selain itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lingkungan tempat tinggal dengan cara segera melapor ketika melihat titik api yang membakar lahan atau hutan agar segera ditangani petugas gabungan.
"Kami melibatkan aparat desa dan kecamatan untuk terus mengimbau masyarakat menghindari membakar sampah sembarangan yang dapat memicu terjadi kebakaran lahan, serta meminta pengendara tidak membuang puntung rokok sembarangan," katanya.
Seiring musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang, pihaknya menyiagakan sekitar enam truk tangki air bekerja sama dengan Perumdam Cianjur, PMI Cianjur, Polres Cianjur, dan dinas terkait, guna pendistribusian air bersih.
Selama satu pekan terakhir lebih dari 150 ribu liter air telah didistribusikan ke enam kecamatan terdampak kekeringan, dimana pendistribusian dilakukan bersama petugas gabungan.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.