Koba, Babel, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat 30 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas lahan terdampak mencapai 58,0225 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Kepala BPBD Bangka Tengah Yudi Sabara di Koba, Senin, mengatakan dari total kejadian tersebut, sebanyak 11 kasus terjadi selama Juli 2026 dengan luas lahan terdampak sekitar 37 hektare.
"Selama Juli 2026 tercatat 11 kejadian karhutla dengan luas lahan yang terbakar mencapai 37 hektare," katanya.
Ia menjelaskan, wilayah Kecamatan Koba menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, terutama di kawasan Pal 4, Desa Kurau dan Desa Penyak.
Menurut Yudi, peristiwa kebakaran dengan luasan terbesar terjadi di kawasan Tanjung Langka pada Kamis (17/7), dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.
Ia mengatakan, BPBD terus meningkatkan kewaspadaan dan mengintensifkan upaya pencegahan mengingat sebagian besar kejadian karhutla terjadi pada musim kemarau.
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di kawasan yang didominasi semak belukar dan ilalang kering.
Yudi mengatakan pihaknya terus melakukan patroli rutin di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, sekaligus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk meningkatkan deteksi dini.
"Personel BPBD juga disiagakan untuk merespon setiap laporan masyarakat secara cepat guna mencegah meluasnya kebakaran, terutama pada kawasan hutan bergambut," ujarnya.
Menurut dia, kondisi musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko penyebaran api, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
"Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan jika menemukan kebakaran agar dapat segera ditangani," kata Yudi.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.