BP3MI Sulawesi Tengah perkuat sinergi dengan pemda cegah TPPO

calendar_today 10.08.2026 - person  - timer ~

BP3MI Sulawesi Tengah perkuat sinergi dengan pemda cegah TPPO

Selasa, 11 Agustus 2026 00:46 WIB

Image Print

BP3MI Sulteng memfasilitasi pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pulang dari Malaysia. ANTARA/HO-BP3MI Sulteng

Kota Palu (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim mengatakan penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai migrasi aman, khususnya prosedur bekerja ke luar negeri, penting untuk mencegah perekrutan pekerja migran secara ilegal.

"Jadi pentingnya peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait migrasi aman, terutama pengetahuan tentang proses bekerja ke luar negeri secara prosedural," kata Mustaqim di Kota Palu, Senin.

Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah daerah perlu diperkuat hingga tingkat desa karena sebagian sindikat perekrutan ilegal bergerak secara masif di lingkungan masyarakat desa.

"Hal ini tidak bisa hanya dilakukan oleh BP3MI sehingga perlu kolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya.

Ia mengatakan salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah melibatkan pos bantuan hukum (Posbakum) yang terdapat di setiap desa.

Selain itu, BP3MI Sulteng memperkuat program Desa Migran Emas yang merupakan salah satu program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk meningkatkan perlindungan bagi calon dan pekerja migran Indonesia.

"Kami juga memperkuat Desa Migran Emas sebagai salah satu program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia agar proses penegakan hukum kepada para sindikat pelaku TPPO bisa memberi efek jera," katanya.

Mustaqim mengatakan edukasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri diperlukan agar masyarakat dapat mengenali jalur migrasi yang aman serta terhindar dari perekrutan ilegal yang berpotensi mengarah pada TPPO.

BP3MI Sulawesi Tengah telah memfasilitasi pemulangan 26 pekerja migran Indonesia selama periode Januari hingga Juli 2026.

Sebagian besar pekerja migran Indonesia yang dipulangkan tersebut berasal dari Malaysia, Arab Saudi, dan Oman.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026