BP Nuswantara hadir untuk memperluas dampak ekosistem
Surabaya (ANTARA) - BP Consulting Group membidik kebutuhan transformasi organisasi untuk membantu perusahaan dan institusi meningkatkan daya saing serta membangun kapasitas jangka panjang di wilayah Jawa Tengah.
Co-founder & Managing Partner BP Consulting Group sekaligus Direktur BP Nuswantara Andrew Soehartono mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan BP Nuswantara bersama NUS Consulting yang berbasis di Surakarta, Jawa Tengah.
“BP Nuswantara hadir untuk memperluas dampak ekosistem BP Consulting Group sekaligus menghadirkan layanan konsultasi manajemen yang lebih dekat dengan kebutuhan perusahaan, organisasi, dan institusi publik di Jawa Tengah,” kata Andrew dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Menurut di, BP Nuswantara menggabungkan pengalaman BP Consulting Group dari lebih dari 4.800 proyek strategis dengan pemahaman lokal NUS Consulting terhadap karakteristik dunia usaha dan institusi di Jawa Tengah.
Layanan yang ditawarkan, kata dia, mencakup riset pasar, strategi korporasi, merger dan akuisisi, keunggulan operasional, penjualan dan distribusi, serta transformasi organisasi.
Selain sektor swasta, lanjutnya, layanan tersebut juga ditujukan bagi kementerian, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, asosiasi industri, dan institusi publik.
Sementara itu, Founder & Managing Partner BP Consulting Group sekaligus Komisaris Utama BP Nuswantara Anthony Soehartono mengatakan Jawa Tengah dipilih karena memiliki perkembangan pada sektor manufaktur, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, serta perusahaan keluarga.
“Ekspansi ke Jawa Tengah ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak, mendekatkan kapabilitas BP kepada lebih banyak organisasi, serta memperkuat kontribusi kami dalam meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Founder NUS Consulting sekaligus Direktur Utama BP Nuswantara Bandoro Raden Mas Suryo Adhityo Nuswantoro mengatakan kebutuhan organisasi di Jawa Tengah terhadap mitra strategis semakin besar, terutama untuk membantu pengambilan keputusan dan membangun kapasitas jangka panjang.
“Kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap mitra strategis yang mampu membantu organisasi mengambil keputusan yang tepat dan membangun kapasitas jangka panjang,” katanya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.