Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:06 WIB
VIVA – Gestur sederhana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR menjadi perhatian. Jokowi terlihat memberikan jempol kepada Prabowo usai rangkaian pidato kenegaraan tersebut.
Baca Juga
Momen itu terlihat sederhana, tetapi gestur tangan seperti jempol memang kerap digunakan dalam komunikasi nonverbal untuk menyampaikan persetujuan, dukungan, atau tanda bahwa sesuatu dinilai positif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam budaya komunikasi modern, mengangkat ibu jari atau thumbs-up merupakan salah satu gestur yang paling mudah dikenali.
Baca Juga
Jempol Sering Menjadi Simbol Persetujuan
Dikutip VIVA Jum'at, 14 Agustus 2026, Cambridge Dictionary menjelaskan bahwa gestur thumbs-up dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang menyetujui sesuatu atau menganggap sesuatu sebagai hal yang baik.
Baca Juga
Dengan konteks tersebut, jempol Jokowi kepada Prabowo dapat dibaca sebagai respons positif secara nonverbal. Namun, gestur tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan isi pikiran atau sikap politik Jokowi terhadap seluruh isi pidato.
Namun, ada penelitian dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengenai gestur lintas budaya menemukan bahwa ekspresi dan gestur dapat memiliki perbedaan makna tergantung pada budaya serta konteks penggunaannya.
Hal ini penting ketika menafsirkan gestur tokoh publik. Satu gerakan tangan sebaiknya tidak langsung diterjemahkan menjadi kesimpulan politik tanpa melihat situasi ketika gestur tersebut dilakukan.
Dalam percakapan sehari-hari, seseorang yang mengacungkan ibu jari sering kali ingin menyampaikan pesan singkat seperti "bagus", "setuju", "oke", atau "lanjut".
Oxford Learner's Dictionaries juga mendefinisikan thumbs-up sebagai gerakan mengangkat ibu jari untuk menunjukkan bahwa seseorang menyetujui sesuatu atau merasa sesuatu tersebut baik.
Karena itu, gestur Jokowi dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi singkat yang tidak membutuhkan kata-kata.
Gestur semacam ini juga lazim digunakan dalam situasi formal maupun informal. Seseorang dapat memberikan jempol sebagai respons terhadap presentasi, hasil pekerjaan, kabar baik, atau tindakan yang dianggap positif.
Mengapa Gestur Jokowi Menarik Perhatian?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Photo :
Jokowi dan Prabowo memiliki sejarah politik yang panjang. Keduanya pernah berada dalam posisi berseberangan dalam kontestasi politik, sebelum kemudian bekerja sama dalam pemerintahan.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, setiap interaksi publik antara keduanya mudah menjadi perhatian.