Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan rasa empati dan keprihatinan mendalam atas musibah yang melanda rombongan jurnalis beserta awak kapal cepat yang hilang kontak saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyampaikan pernyataan tersebut ketika membuka konferensi pers terkait perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana nasional lainnya di Graha BNPB Jakarta, Kamis.
"Kami seluruh personel dari BNPB, pimpinan hingga staf, menyampaikan rasa keprihatinan dan empati kami yang mendalam atas hilang kontaknya sebuah speedboat yang membawa delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis dan awak kapal di perairan Selat Sunda," kata Berton.
Adapun delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima orang jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Perum LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Kemudian, tiga orang lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak, Senin (7/9).
Dia mengungkapkan bahwa BNPB memahami kecemasan besar keluarga serta insan pers nasional yang menantikan kabar keberadaan para penumpang kapal, dan memastikan akan terus berkoordinasi erat dengan personel Basarnas, TNI, Polri ataupun segenap unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan itu.
"Saat ini operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait. BNPB terus berkoordinasi dan memantau perkembangan operasi tersebut," kata dia.
Berton berharap proses operasi pencarian yang melibatkan berbagai kekuatan armada udara dan laut dapat berjalan lancar serta seluruh awak kapal dan jurnalis dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
BNPB juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanjatkan doa bagi keselamatan seluruh korban, serta memberikan dukungan moral kepada tim SAR gabungan yang berjuang di medan pencarian di tengah kondisi gelombang tinggi perairan Selat Sunda dan terpaan asap-material vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.